582 Mahasiswa Baru Unika Dapat Wejangan dari Sekprov Sulbar

- in Mamuju, Pendidikan & Kesehatan
154

MAMUJU,TERASSULBAR – Sebanyak 582 mahasiswa baru Universitas Tomakaka (Unika) Tahun Akademi 2020/2021 mengikuti kuliah umum yang dibawakan oleh Sekertaris Provinsi (Sekprov) Muhammad Idris, Senin (23/09/19).

Kuliah umum yang berlangsung di Aula Kampus I Unika itu turut dihadiri Ketua Yayasan Tanratu Pattanabai, H Ahmad Taufan dan jajaran Civitas Akademika Unika. Kuliah umum ini dimaksudkan dalam rangka penjemputan mahasiswa baru Universitas Tomakaka

Sekprov Sulbar dalam materi yang disampaikan berharap bisa memberikan bekal kepada mahasiswa bagaimana hubungan pemerintahan dan universitas.

“Karena ke depan pemerintahan itu harus selalu berbasis pengetahuan dan kalau pengetahuan yang bagus itu rata-rata dari universitas,” ujar Idris.

Dalam kesempatan itu, Idris juga menitipkan kalau ingin memperbaiki pemerintahan harus belajar dengan baik sehingga layak untuk mengkritik pemerintah. “Karena kalau pemerintah yang dikritik dengan syarat yang tidak bagus, itu juga berarti membuat pemerintahan lemah,” kata Idris.

Oleh karenanya, Idris menitip harapan kepada kampus agar melahirkan generasi yang unggul yang memiliki komitmen belajar yang baik dan benar.

“Komitmen belajar itu juga harus direncanakan, kalau tidak, bisa menjadi buyar kemana-mana pengetahuannya. Oleh karena itu mahasiswa harus menjemput masa depan yang direncanakan. Begitu kira-kira. Sambil saya menyampaikan kondisi negara lain. Bahwa negara orang-orang maju itu bukan karena ketersediaanya sumber daya alamnya tapi ketersediaannya sumber daya manusianya,” tutur Idris.

Sementara itu, Rektor Unika, Sahril manyampaikan kepada mahasiswa agar tak semata-mata mengharap pengetahuaan dari kampus. Karena sejatinya mahasiswa lebih banyak ilmu yang didapatkan dari luar dibandingkan dalam kampus.

“Saat ini dunia industri membutuhkan keterampilah. Dan keterampilan itu juga harus diasa di luar kampus,” ujar Sahril.

Sahril juga berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menggunakan akal budi yang baik, sehingga potensi panca indra sebagai sumber ilmu pengetahuan bermanfaat dengan sebaik-baiknya.

“Manfaatkan potensi qalbu, karena percuma punya pengetahuan bagus kalau tidak memiliki akhlak dan etika yang baik, olehnya patuhi norma sosial dan norma keagamaan,” tutur Sahril.

Sahril juga menyampaikan, secara historis Unika adalah penggabungan dari dua sekolah tinggi, yakni Sekolah tinggi Ilmu Pertanian Tanratu Pattanabali yang dibentuk tahun 1997 dan Sekolah Tinggi Imu Sosial dan Ilmu Polisik yang dibentuk tahun 2001.

“Tahun 2009 resmi beralih status menjadi Universitas Tomakaka, setelah dua kampus ini digabung. Jadi awanya Unika berdiri dengan dua fakultas,”ungkap Sahril.

Sahril menyebutkan, saat ini Unika sudah terakreditasi secara institut dan sudah membina tujuh fakutas atau 14 Program Studi.

“Unika juga sudah memiliki lima kampus saat ini, Kampus I ada di Mamuju, Kampus II di Majene, Kampus III Mamuju Tengah, Kampus IV Mamasa dan Kampus IV Pasangkayu,”tuturnya.

“Apa makna Unika mendirikan kampus di lima tempat, ini untuk mendekatkan perkuliahan kepada mahasiswa yang ada di daerah, sehingga mereka tak lagi jauh-jauh meninggakan rumah,” tutup Sahril. (nh)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *