Anwar Rela Tarik Isteri Untuk Dampingi ABM

ABM-Enny

MAMUJU,TERASSULBAR – Melanjutkan curahan hati (curhat) Anwar Adnan Saleh dihadapan Megawati Soekarno Putri, tentang alasan dirinya menarik isterinya untuk turun kedaerah mendampingi Ali Baal Masdar (ABM) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 15 Februari

“Karena itu ibu saya rela, istri saya yang sangat saya cinta saya tarik dari DPR RI hanya untuk turun jadi calon Wakil Gubernur Sulbar, untuk mendampingi dan memenangkan Pak ABM menjadi Gubernur Sulbar yang ke 3 setelah saya selesai. Dan harapan saya adalah, mohon arahan ibu kepada seluruh kader-kader PDI Perjuangan Sulbar ini, agar calon nomor 3 ini saya tidak bisa gambarkan tapi insha allah hasil survei hari ini, calon nomor 3 ini tertinggi dari 2 calon lainnya di Sulbar ini,” kata Anwar.

Anwar menyakini, dengan kehadiran Megawati di Sulbar beserta seluruh rombongan akan memberi spirit bagi seluruh pendukung nomor 3 untuk menang menjadi calon gubernur dan wakil gubernur ke masa 5 tahun kedepan.

“Teri kasih pak Kapolda atas bimbingannya dan kerja samanya yang baik, mudah-mudahan perjuangan kita akan di ridhohi oleh allah. Saya bisa menjadi gubernur pertama di provinsi ini dan 2 priode, karena jasa ibu dalan proses pembentukan Provensi Sulbar ini,” ujarnya.

Mantan politikus Partai Golkar itu, masih saja menyimpan kekecewaanya terhadap kebijakan Partai Golkar yang telah ia besarkann di Sulbar, dihadapan Megawati Soekarno Putri yang hadir di Sulbar dalam kunjungan rapat kerja tiga pilar Partai DPD PDI Perjuangan Sulbar, di Ball Room Hotel D’Maleo Mamuju, Senin (0/1/17).

“Saya juga ingin melaporkan bahwa hampir 10 tahun saya menjadi Ketua Golkar di Sulbar, kamudian setelah Pilpres 2014 saya dipecat dari Golkar, karena memenangkan calon Jokowi-JK yang tidak didukung oleh Partai Golkar. Bukan hanya menang tapi suara terbesar dari 33 provinsi di Indonesia, itu karena kerja sama dengan seluruh kader-kader PDI Perjuangan yang ada di Sulbar ini, bukan karena Partai Golkar,” sambungnya.

“Partai Golkar itu sudah masa lalu, karena itu yang terakhir saya minta kepada kita semua kader-kader PDI Perjuangan inilah saatnya kader PDI Perjuangan memimpin provensi Sulbar 5 tahun ke depan,” paparnya.

Disamping itu, Anwar yang tak lagi menjabat sebagai Gubernur Sulbar, tetap mengucapkan terima kasih atas kunjungan putri Presiden RI pertema Soekarno itu.

“Saya tidak bisa lagi mengucapkan kata-kata dihadapan ibu hari ini, pertama saya tidak bisa lagi mengatas namakan pemerintah provensi, tapi 10 tahun menjadi gubernur, nama ibu telah terukir dihati rakyat Sulbar, baik yang ada di provinsi ini maupun 2/3 berada di luar Sulbar. Kalau tidak karena ibu kita tidak bakalan hadir pada sore hari di runagan ini, kalau tidak ibu meloloskan provensi ini,” ungkapnya. (rb/hr)

Facebook Comments