APTISI Tolak Deklarasi Kebangsaan. Begini Tanggapan Rektor Unasman

POLMAN,TERASSULBAR – Seruan penolakan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) terhadap Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi se Sulawesi Barat (Sulbar) Lawan Radikalisme, mendapat tanggapan dari Rektor Universitas Al-asy’ariah Mandar.

“Saya kira himbauan APTISI yang viral di media saat ini, sangat bertentangan dengan kesepakatan kita bersama, baik oleh Presiden, Kemenristekdikti dan Kementerian Agama serta stakeholder lainnya bahwa kita wajib bersama-sama mendukung aksi kebangsaan ini dalam rangka menangkal paham radikalisme yang telah mengkuatirtirkan terjadi di kampus-kampus kita,” sesalnya dalam rapat lanjutan pelaksanaan Deklarasi Kebangsaan Perguruaan Tinggi se Sulbar Lawan Radikalisme, di Gedung Mahkamah Konsitusi (MK) Kampus Unasman.

Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi se Sulbar Lawan Radikalisme yang bakal diselenggarakan, Sabtu (28/10/17) di Lapangan Pancasila Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yang bertepatan Hari Sumpah Pemuda, selain mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, juga mendapat penolakan dari APTISI yang tidak diketahui dengan jelas alasan penolakan tersebut.

Banyaknya dukungan dari berbagai pihak akan penyelenggaraan Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi Lawan Radikalisme se Sulawesi Barat (Sulbar), yang diselenggarakan di Lapangan Pancasila Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sabtu (28/10/17) besok juga mendapat penolakan dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)

Chuduriah yang juga Ketua Steering Commite kegiatan tersebut, bersepakat bersama para Rektor Perguruan Tinggi se Indonesia untuk tidak mengikuti seruan APTISI dan tetap konsen dalam penyuksesan deklarasi besok.

“Dalam forum tadi, kami telah sepakat dengan komitmen awal yang telah disepakati ada Pertemuan di Bali sebelumnya, bahwa kami akan tetap melaksanakan Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme esok hari di Lapangan Pancasila Polewali Mandar, Provinsi Sulbar. Soal apa yang dihimbau oleh APTISI, kami lebih memilih berkomitmen kepada Presiden, Kemenristek dan Kopertis dalam rangka Melawan Radikalisme,” tandasnya.

Sebelumnya sempat beredar berita dan viral dimedia massa terkait statement Ketua APTISI, menyatakan agenda tersebut cenderung menghambur-hamburkan uang dan waktu sehingga APTISI tidak bertanggungjawab jika terhadap sesuatu hal menyangkut agenda aksi kebangsaan tersebut. (her)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *