ASN Ikut Politik Praktis, Harus siap Terima Pemecatan

MAMUJU,TERASSULBAR – Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif, Presiden maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipandang sangat penting.

Hal tersebut terbuki dari diskusi publik yang diadakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mamuju yang membahas mengenai netralitas ASN di d’Maleo Hotel Mamuju, Selasa (20/03/18).

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsal dan Politi Kabupaten Mamuju Muhammad Yani mengatakan, netralitas ASN sangat penting mengingat adanya edaran dari Kemantrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MemPAN-RB) mengenai netralitas ASN dalam Pemilu dan Pilkada.

“Dalam edaran Mempan itu sudah sangat jelas. Selaku ASN berdasarkan undang-undang ASN menerangkan bahwa, manajeman ASN itu berdasarkan netralitas, ASN ini tidak berpihak kesiapapun dan terpengaruh oleh siapapun, dan ASN dilarang untuk ikut didalam kampanye maupun sebagai tim kampanye, sehingga sangat penting bagi panwas dalam rangka diskusi kita hari ini untuk memberi materi bagi kami untuk netralitas ASN tersebut,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa, posisi sebagai ASN mempunyai banyak hal yang dapat dimanfaatkan dari posisinya tersebut.

“Netralitas ASN ini sangat penting karena secara umum banyak kita pahami ASN ini banyak hal yang dapat dimanfaatkan dan digunakan selaku ASN, selain dari sisi sumberdaya manusianya, dari sisi program kegiatannya yang mungkin bisa dipendampingan hal tersebut, makanya MemPAN-RB dan Mendagri sangat tegas akan hal tersebut,” tuturnya.

Dan jika teedapat ASN yang terbukti terlibat dalam politik praktis, maka ASN tersebut dapat dipastikan menerima hukuman, bahkan sampai pemecatan.

“Ketika ASN terlibat didalam politik praktis, dimana hukumannya juga sangat tegas mulai dari sedang sampai berat, termasuk pemberhentian sangat secara tidak hormat,” tutupnya. (ru)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *