ASN Pemprov Sulbar Tidak Dapat Tunjangan Beras Tunai Lagi

- in Mamuju, Sulbar
78

TERASSULBAR,MAMUJU – Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar) tidak akan membayarkan tunjangan beras Aparatur Sipil Negara (ASN) secara tunai lagi setelah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Perum Bulog Kanwil Sulselbar.

Dimana nantinya para ASN di jajaran Pemprov Sulbar tidak akan lagi menerima tunjangan beras dalam bentuk tunai, melainkan akan menerima dalam bentuk barang (beras-red) yang akan disiapkan oleh pihak Perum Bulog.

Penandatangan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog Sulselbar Muhammad Attar Rizal dan turut disakasikan Direktur Komersial Perum Bulog Pusat Mansur, sejumlah pimpinan OPD lingkup Penprov Sulbar dan jajaran Perum Bulog di ruang kerja gubernur, Senin (18/11/19).

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar setelah melakukan oenandatangan MoU memberikan pemahaman, bahwa pembayaran tunjangan beras bagi ASN hanya dialihakan dari tunai ke bentuk barang tanpa adanya pemotongan.

“Kita masing-masing memberikan pemahaman kepada pagawai-pegawai kita, bahwa di sini tidak ada pemotongan, ini adalah peralihan yang tadinya dibayar tunai, menjadi berupa barang sesuaikan dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Ali Baal.

Ali Baal juga mengatakan bahwa beras yang akan diterima oleh ASN nanti dari Buloga akan memiliki kualitas yang tang sangat baik atau produk unggul.

“Beritahu juga, bahwa dengan perkembangan teknologi sekarang ini kualitas beras dari Bulog sudah tidak diragukan lagi dan semakin baik,” ujar Ali Baal.

Kerja sama dengan Perum Bolog ini diharapkan oleh orang nomor satu di provinsi ke-33 itu dapat segera terealisasi dan berkelanjutan, tidak hanya pada berasa saja, namunn juga pada bahan pokok lainnnya.

Sementara itu, Direktur Komersial Perum Bulog Pusat Mansur mengatakan Sulbar merupakan provinsi yang ketiga melakukan kerjasama dengan Perum Bulog untuk penyaluran beras bagi ASN.

“Alhamdulillah sudah ada tiga provinsi, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat dan nanti semua provinsi akan melakukan hal yang sama,” kata Mansur.

Kerjasama ini menurut Mansur sebagai upaya integrasi antara pemerintah daerah dengan Perum Bulog dalam hal penyaluran beras.

“Ini penugasan pemerintah kepada Bulog yang sudah terintegrasi antara pemerintah daerah dengan Bulog. Hal itu dilakukan agar pemerintah daerah merespon ketersediaan beras yang ada, jika tidak mungkin ke depan Bulog hanya membeli beras, namun tidak melakukan penyaluran,” ujar Masur.

Untuk besaran harga beras sendiri, Mansur mengatakan masih akan dibicarakan lanjut. Namun ia memastikan akan berada dibawah harga pasar

“Harganya nanti kita bicarakan, yang jelas dibawa harga umum, berasnya bagus dan berkualitas. Nantikan ada beras medium dan premuim tergantung permintaan yang ada,” jelas Mansur.

Untuk tahap pertama para ASN akan menerima beras yang 10 kilo gram (kg). Namun, tidak menutup kemungkinan ke depannya akan ditambah lagi dengan menyesuaikan jumlah keluarga yang dimiliki setiap ASN. (**)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *