Berkas Dua Tersangka Korupsi Proyek Hydram Sudah P21

FOTO: Istimewah lokasi proyek Hydram di Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda,

MAJENE,TERASSULBAR – Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan (Kejari) Negeri Majene, menyatakan berkas perkara dugaan korupsi proyek pengadaan Pompa Air (Hydram) Tahun 2009 di Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Selasa,(10/1/17) dengan tersangka Edwin selaku pelaksana proyek bersama Cahyo selaku konsultan pengawas.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Majene Muh.Ikhsan kepada sejumlah wartawan mengatakan, untuk berkas perkara kasus dugaan korupsi proyek Hydram dengan tersangkanya, yakni Edwin bersama Cahyo sudah rampung atau P21.

“Hari ini berkas kedua tersangka sudah dinyatakan lengkap oleh penyidik Kejari Majene, berkasnya sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dijadwalkan satu minggu kedepan berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Mamuju,” ungkap Muh.Ikhsan.

Dalam perkara dugaan korupsi royek Hydram, jelas Ikhsan, tersangka Edwin selaku pelaksana proyek dan tersangka Cahyo selaku konsultan pengawas.”Kedua tersangka saat penyarahan ke JPU didampingi kuasa hukumnya, keduanya masih tetap menjalani tahanan di Rutan Klas II B Majene,” ungkapnya.

Menyinggung soal tersangka lainnya, menurut Ikhsan, dalam kasus tersebut sejak kasus bergulir ada tiga tersangkanya, tersangka pertama selaku PPK atas nama Akhsan yang saat ini dalam tahap persidangan di Pengadilan Tipikor di Mamuju.

“Untuk tersangka dalam perkara ini ada tiga, satu tersangka atas nama Akhsan sudah masuk tahap persidangan di Pengadilan Tipikor Mamuju, soal tambahan tersangkanya sejauh ini belum, kita lihat saja nanti pada tahap persidangan,” pungkasnya. (dy)

Facebook Comments