Carlo Minta OPD Berdayakan Pengembangan E-Government

Pejabat Gubernur Sulbar Irjen Pol Carlo B Tewu gelar rapat bersama Dinas KOmunikasi dan Informasi Sulbar.

MAMUJU,TERASSULBAR – Sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah yang baru, Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik Provinsi Sulbar banyak mendapat masukan dari Pj.Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu usai memaparkan program prioritasnya yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (8/2/17).

Carlo B Tewu kepada jajaran Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik menyampaikan, setelah mendengarkan pemaparan yang membahas tupoksi OPD tersebut, menganggap Dinas Kominfo, Informasi, Persandian dan Statistik masih sangat jauh tertinggal, dikarenakan belum melakukan pendataan secara elektronik.

“Belum lagi saya ditunjuk oleh Mendagri Tjahjo Kumolo sebagai Gubernur Sulawesi Barat, langkah yang saya lakukan mencari informasi-informasi Seputar Sulbar. Hanya saja, pada web sulbar, data yang tersedia sudah tidak layak dikarenakan data postingan masih tahun 2014. Kalau kita masih membahas tupoksi-tupoksi, maka apa yang telah kita lakukan selama ini?,” ungkap Carlo dalam laman humassulbarprov.go.id.

Untuk itu, kepada OPD tersebut, Carlo meminta untuk segera melakukan efesiensi anggaran secara menyeluruh, segera memberdayakan pengembangan E-Government, lakukan perubahan-perubahan etos kerja, dan berinovasi dari ide-ide kreatif, sehingga kebijakan-kebijakan pemerintah bisa dirasakan oleh masyarakat Sulawesi Barat.

”Bukan soal gelar dan nama jabatan,tetapi apa yang anda lakukan, siapapun itu, kalau tidak ada yang keringat, itu tetap saja nonsen,” tegas lulusan Akpol tersebut.

Carlo berharap, kiranya masing-masing OPD bisa memiliki fasilitas internet yang memadai, serta menyegerakan program tersebut berjalan. Terkait permasalahan radio khususnya radio milik Pemprov Sulbar, Ia menganggap masih dibutuhkan, dikarenakan masih banyak masyarakat Indonesia yang berada di daerah pelosok-pelosok.

”Kita bikin target hari ini bulan ini kita buka internet yang memadai, kalau tidak dilakukan tiap tahun akan begitu-begitu terus,” tandas Carlo.

Ia menambahkan, masyarakat Sulawesi Barat menginginkan kebijakan pemerintah daerah yang membawa manfaat bagi kehidupan mereka. Olehnya, ia menyarankan untuk menggunakan anggaran daerah seefesien mungkin, hal-hal yang dianggap tidak penting kiranya segera dilakukan perubahan demi terwujudnya keinginan bersama.

”Dari pada muka saya tiap hari ada di koran, alihkan aja dananya kepengadaan tower, tidak apa apa kalau muka saya dihilangkan di koran, masyarakat menginginkan kebijakan Pemprov bukan muka saya yang mau ditau,” komentarnya di sela-sela rapat.

Tidak hanya itu, Carlo kembali mengingatkan, segera melengkapkan dan memaksimalkan penyediaan informasi seputar Provinsi Sulawesi Barat, mulai dari infrastruktur, kebijakan-kebijakan, program pemda, update berita dan data yang akurat mengenai ASN tiap OPD, serta melakukan perubahan pada diri sendiri dan menjadi seorang yang memiliki inovasi, efektif efesien, money follow program dan menjadi agen perubahan.

”Kalau belum bisa maksimal, paling tidak beritanya selalu di update,” tutur Carlo

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, Muzakkir Kullase melaporkan permasalahan dan jabatan yang dihadapi saat ini, yaitu kurangnya jumlah dan kualitas SDM, teknologi informasi elektronik (TIE) , teknologi informasi elektronik tidak merata, infrasruktur pendukung penyebaran informasi berbasis elektronik masih terbatas, jangkauan akses informasi berbasis elektronik di wilayah di Provinsi Sulbar masih terbatas, belum dilakukan studi dan evaluasi mengenai dampak implementasi E-goverment oleh Pemprov Sulbar.

Rapat tersebut dihadiri Pj. Gubernur Sulawesi Barat. Carlo B Tewu, Asisten Administrasi dan Djamila, Staf ahli Gubernur Sulbar, dr. Andi Munasir. (rls)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *