Debat Publik, Ini Jawaban SDK Soal Penekanan Angka Kemiskinan di Sulbar

Paslon nomor urut satu SDK-KK saat menjawab pertanyaan dari moderator soal langkah penekanan angka kemiskinan di Sulbar.

POLMAN,TERASSULBAR – Dalam debat publik pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) tahap pertama yang digelar di Gedung Dinas-Dinas (Gadis) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Rabu (11/1/17), yang berlangsung empat sesi dapat dijawab dengan mudah pasangan calon nomor urut satu Suhardi Duka dan Kalma Katta (SDK-KK).

Sesi pertama, pemaparan visi misi, penajaman visi misi oleh moderator, debat antar paslon, serta pernyataan penutup. Di sesi penajaman visi misi, moderator debat sempat menanyakan soal langkah yang diambil untuk mengurangi angka kemiskinan jika Pasangan Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat.

Pertanyaan yang diajukan kepada SDK-KK, oleh Dr. Firdaus Muhammad sebagai moderator, yaitu dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di Sulbar ini terbilang cukup tinggi. Sementara di sisi lain hal itu tidak membuat angka kemisikinan turun. Langkah kongkrit apa yang akan ditempuh untuk mengurangi angka kemisikinan di Sulbar ini ?.

Dengan waktu yang diberikan, SDK menjawab, pihaknya bakal mendorong terciptanya sumber daya manusia yang handal. Diharapkan dengan itu, tingkat perekonomian masyarakat bisa meningkat.

“Kita juga akan menguatkan segmen ekonomi mikro. Memberi penguatan untuk ekenomi rill di masyarakat kita. Ciptakan keadilan di semua sektor perekonomian, misalnya memungut retribusi bukan hanya bagi masyarakat kelas bawah, tapi memaksimalkan sumber pendapatan dengan menggenjot retribusi dari masyarakat kelas atas,” jelas SDK.

Dengan begitu, kata SDK, masyarakat kelas atas diharapkan mampu memberi bantuan secara nyata kepada masyarakat kelas bawah. Ia pun menyebut, bakal menciptakan kebijakan pemerintah yang pro ke masyarakat kecil.

“Kemudian yang paling penting itu dalam agama kita diajarkan untuk membantu masyarakat kelas bawah dengan berzakat. Itu yang jelas sangat penting. Sebab masyarakat yang terbilang mampu sudah pasti akan membantu masyarakat miskin dengan zakat yang ia keluarkan,” jelas SDK disambut riuh tepuk tangan para pendukung SDK-Kalma di ruang debat publik. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *