Di Hadapan Pemuda Majene, AKBP Banuaji Paparkan Faktor Penyebab Radikalisme

- in Majene
59

MAJENE, TERASSULBAR — Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji menyebut banyak alasan mengapa seseorang dapat menjadi Radikal. Salah satunya karena adanya kepentingan personal dan ideology finansial.

Orang nomor satu di jajaran Mapolres Majene ini mengatakan, kepentingan seperti itu kadang dimanfaatkan kelompok radikal dalam menyebarluaskan pahamnya. Caranya dengan menebar janji-janji akan memenuhi kebutuhan finansial seseorang. Cara itu kadang dibalut dengan propaganda politik yang menarik.

Dalam penerapannya, paham radikal menurut dia juga sering berkembang melalui beberapa faktor. Misalnya faktor kepercayaan atau agama. Adanya pemikiran bahwa segala sesuatunya harus dikembalikan ke agama walaupun dengan cara yang kaku dan bahkan menggunakan kekerasan.

Selanjutnya karena faktor Ekonomi, kata AKBP Banuaji masalah ekonomi juga berperan membuat paham radikalisme muncul di berbagai negara.” Sudah menjadi kodrat manusia untuk bertahan hidup, dan ketika terdesak karena masalah ekonomi maka manusia dapat melakukan apa saja, termasuk meneror manusia lainnya,” kata Kapolres saat menghadiri diskusi publik yang digelar Yayasan Peduli Alam Indonesia bertema keterlibatan pemuda dalam mencegah Radikalisme dan Terorisme. Selasa (26/11/19).

Faktor Politik kata AKBP Banuaji, juga menjadi salah satu faktor. Hal ini karena masih adanya pemikiran sebagian masyarakat bahwa seorang pemimpin negara hanya berpihak pada pihak tertentu, hal ini menjadi pemicu munculnya berbagai kelompok masyarakat yang terlihat ingin menegakkan keadilan.

“Kelompok-kelompok tersebut bisa dari kelompok sosial, agama, maupun politik. Alih-alih menegakkan keadilan, kelompok-kelompok ini seringkali justru memperparah keadaan,” ujar mantan Komandan Detasemen Gegana Brimobda Sulbar ini.

Di sisi lain faktor Sosial yang masih erat hubungannya dengan faktor ekonomi membuat sebagian masyarakat kelas ekonomi lemah berpikiran sempit. Masyarakat dalam kelas ini pada umumnya mudah percaya kepada tokoh-tokoh yang radikal karena dianggap dapat membawa perubahan drastis pada hidup mereka.

Peristiwa pahit dalam hidup seseorang juga dapat menjadi faktor penyebab radikalisme. Masalah ekonomi, masalah keluarga, masalah percintaan, rasa benci dan dendam, semua ini berpotensi membuat seseorang menjadi radikalis. Dia bilang hal ini dapat dikategorikan sebagai faktor Psikologis.

Selain itu karena faktor pendidikan, Pendidikan yang salah merupakan faktor penyebab munculnya radikalis di berbagai tempat, khususnya pendidikan agama.” Tenaga pendidik yang memberikan ajaran dengan cara yang salah dapat menimbulkan radikalisme di dalam diri seseorang,” kata Kapolres menandaskan.(jkr)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *