Diduga Melanggar, Seorang ASN Pemkab Majene Diperiksa Bawaslu

Diduga Melanggar, Seorang ASN Pemkab Majene Diperiksa Bawaslu

Foto : Bawaslu Kabupaten Majene

MAJENE, TERASSULBAR — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Majene kembali melakukan penanganan pelanggaran netralitas ASN yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum ASN di Lingkup Pemerintah Kabupaten Majene.

Penanganan dugaan pelanggaran netralitas ASN tersebut awalnya di proses setelah Komisioner Bawaslu Majene mendapatkan temuan itu di sosial media pada 26 Februari 2020. Pelanggaran itu ditemukan pertama kali Anggota Bawaslu Kabupaten Majene Muh. Dardi.

Setelah mendapatkan penelusuran terhadap dugaan pelanggaran tersebut, Bawaslu kemudian menggelar rapat pleno pada tanggal 2 Maret 2020 untuk menetapkan dugaan pelanggaran netralitas ASN tersebut menjadi temuan.

“Bawaslu Kabupaten Majene melakukan penanganan pelanggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan memanggil pihak-pihak yang dianggap berkepentingan untuk dilakukan klarifikasi terhadap dugaan pelanggaran tersebut,” kata Ketua Bawaslu Majene Syofian Ali, Senin 23 Maret 2020.

Status dugaan pelanggaran netralitas ASN itu ditetapakan kepada Bakri Amin seorang ASN di Dinas Sat Pol PP Majene,” Atas dugaan pelanggaran itu Bawaslu Majene saat ini merekomendasikan hal itu kepada komisi Aparatur Sipil Negara untuk di kaji sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya,” ujar Syofian Ali yang juga selaku koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Kabupaten Majene.

Kepada semua pihak, ia mengimbau kepada seluruh ASN khususnya di lingkup pemerintah Kabupaten Majene, untuk tidak sesumbar atau menampakkan dukungannya secara terang-terangan sehingga dapat menjadi dugaan pelanggaran Netralitas sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Apalagi ketika sudah ditetakan calon maka dugaan pelanggaran netralitas itu juga termasuk dalam tindak pidana,” kata Syofian menutup.(dln)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *