Dihari Jadi Pramuka, Ini Pesan Rektor Unasman

POLEWALI,TERASSULBAR – Peringatan Hari Lahir Pramuka Ke 56 yang berlangsung di Lapangan Jambu Tua, Kelurahan Darma, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Senin (6/11/17) berlangsung meriah.

Acara yang dihadiri Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar (AIM) dan pengurus Pramuka Cabang Polman lainnya, termasuk Rektor Universitas Al Asyariyah Mandar (Unasman), Chuduriah Sahabuddin.

Disela-sela terselenggaranya acara tersebut, Chuduriah menitipkan pesan apresiasi terhadap gerakan Pramuka yang ada di Polman. Selain itu, Rektor Unasman ini berharap agar anak-anak Pramuka bukan hanya memiliki kepekaan sosial terhadap sesama, tetapi juga kelak menjadi anak bangsa yang inovatif dan menjadi penggerak perubahan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik lagi.

“Acara ini sungguh menarik. Apalagi kita tahu bahwa gerakan Pramuka merupakan bagian dari organisasi yang mengarahkan anak-anak kita untuk menjadi generasi yang inovatif, relevan dan mampu menggerakkan masyarakat kita bangsa ini ke arah perubahan yang lebih baik lagi. Ini tentu sesuai dengan misi suci gerakan Pramuka,” imbuhnya.

Chuduriah juga menilai, tantangan generasi milenial hari ini, perlu adanya perhatian yang lebih pada pengetahuan ilmu agama dan tradisi Mandar. Karena akhir akhir ini, ada kecendrungan ajaran agama yang radikal mulai menyusup kepada anak didik kita yang ada di sekolah-sekolah. Ajaran ini sangat mudah di akses anak-anak kita lewat media sosial.

“Saat ini hal yang juga perlu kita kuatirkan bagi anak-anak kita yang hidup di era milenial, bahwa kecerdasan menggunakan dan memanfaatkan teknologi, semisal gadget dan HP penting untuk diawasi. Karena pengaruh media sosial hari ini dapat mengubah watak anak-anak menjadi apatis dan tidak mengenal lingkungannya lagi. Apalagi memperhatikan ilmu pengetahuan, agama dan budaya daerahnya”, terang Chuduriah yang mewakili Pramuka Unasman.

Rektor Unasman juga ini berpesan agar perlunya pengawasan dini terhadap anak anak kita terkait ajaran agama yang radukal. Karena akhir akhir ini, ada kecendrungan bahwa ajaran agama yang radikal mulai menyusup kepada anak didik kita yang ada di sekolah-sekolah. Ajaran ini sangat mudah di akses oleh anak-anak kita lewat media sosial. Sehingga generasi muda kita kehilangan identitas dan kebiasaan keagamaan orang tuanya terdahulu.

“Terkhusus saat ini, memang sangat massif ajaran agama yang radikal masuk ke sekolah-sekolah. Sehingga anak-anak kita perlu bimbingan dan pengawasan lebih dari orang tuanya, karena ajaran ini dikhawatirkan membuat anak-anak mulai melupakan tradisi keagamaan yang menjadi kebiasaan orang tuanya. Ini namanya bekal spiritual agama dan budaya Mandar,” jelas Chuduriah Sahabuddin yang juga merupakan anak dari tokoh agama kharismatik di Mandar, KH. Prof. Sahabudjdin.

Acara yang dihadiri kalangan pejabat Pemkab Polman ini mendapat sambutan hangat dari Bupati Polman yang sekaligus juga dihadiri seluruh gerakan Pramuka ditingkatan ranting se Polewali Mandar. (her)

Facebook Comments