Dituding Klaim Program Nasional, Begini Penjelasan Andi Ruskati

Andi Ruskati Ali Baal, ANggota Komisi VIII DPR RI saat bertemu konsituenya di Polman.

POLMAN,TERASSULBAR – Anggota Komisi VIII DPR RI Andi Ruskati Ali Baal, asal Sulbar dibuat naik pitam. Pasalnya, dirinya dituding mengkalim program nasional, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi program pribadinya yang disuarakan dalam setiap kunjungan kerjanya di Sulbar.

Tudingan itu keluar dari orasi pasangan nomoro urut dua, yaitu Salim S Mengga bersama Hasanussin Masud (Salim-Hasan). Hasanuddin Masud dalam kampaye akbarnya kemarin di Polman, mengatakan kepada masyarakat Polman untuk tidak percaya kepada Anggota Legislator dari Sulbar yang mengkalim program PKH menjadi program pribadinya.

Program PKH yang dikaitkan dalam moment Pilgub Sulbar. Jika masyarakat Polman tak menyatu untuk memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut tiga Ali Baal Masdar bersama Enny Anggaini Anwar (ABM-Enny), maka program PKH dari Komisi VIII DPR RI tidak akan dilanjutkan di Sulbar, khususnya di Kabupaten Polman.

Mendengar kabar tersebut, saat dikonfirmasi Andi Ruskati yang merupakan isteri dari Ali Baal Masdar itu naik pitam. Ia menegaskan, dirinya tak pernah mengklain seperti yang ditudingkan kepada dirinya saat kampaye Salim-Hasan di Polman baru-baru ini.

“Saya tidak pernah bilang itu program saya. Itu program nasional yang ditangani oleh Komisi VIII DPR RI pada tahun 2012 yang sudah lebih dulu masuk ke Polman, dan pada 2013 baru program tersebut menyebar ke seluruh kabupaten,” tegasnya, Selasa (7/2/17).

Dirinya yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulbar mengatakan, yang ia perjuangkan adalah penambahan anggaran PKH.”Yang saya perjuangkan bukan programnya, tetapi penambahan anggaranya agar bisa besar masuk ke kabupaten, khususnya Kabupaten Polman. Karena kalau tidak diperjuangkan, maka akan sedikit anggaranya, sedangkan manfaat dari program tersebut cukup besar di masyarakat,” terangnya.

Untuk menindaklanjuti program PKH di Sulbar dapat berjalan maksimal, Andi Ruskati bersama rombongan Komisi VIII DPR RI telah bertandang ke Sulbar, selain tatap muka dengan Pemerintah Sulbar, Komisi VIII juga menggelar pertemuan di Kabupaten Polman.

“Baru dua kali komisi VIII ke Sulbar, saya ketemu PKH di Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, disitu kita sampaikan mengenai pendamping PKH untuk kita perjuangkan naikkan honornya yang tak hanya di Polman saja, baik kabupaten lain yang ada di Sulbar pada khususnya,” sambungnya.

“Di Campalagian kita juga buat pertemuan, untuk bertemu penerima PKH. Dan saya datang lagi di Polewali untuk bertemu pendamping PKH. Kita perlu mengetahui bagaiamana respon masyarakat terkait program tersebut, kita juga menyerap aspirasi rakyat yang nantinya kita bawa kesenanyan untuk ditindaklanjuti. Termasuk membicarakan kembali penambahan anggaran PKH untuk 2017-2018,” ujarnya.

Dengan dituding mengklaim program nasional dan dinilai bohong, serta disangkut pautkan dalam moment Pilgub Sulbar. Andi Ruskati mengaku tak terima.”Saya jelas tidak terima dikatakan bohong, nanti kepercayaan konsituen saya hilang. Mereka yang menyebarkan isu inikan tidak tau, yang saya perjuangkan adalah penambahan anggaran program PKH dan sama sekali tidak mengklaim,” jelasnya. (hr)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *