DPRD Polman Didesak Bentuk Pansus Dugaan Manipulasi Data Pemilih

Ilustrasi Pilkada Serentak 2017

POLMAN,TERASSULBAR – Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Anti Pilkada Curang (Amanda) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Polewali Manda, Kamis (24/11/16).

Mereka menuntut agar para Wakil Rakyat segera membentuk tim pansus untuk mengusut dugaan adanya manipulasi data perekaman e-KTP dan data pemilih menjelang pemilihan gubernur sulawesi barat 15 pebruari 2017.

Dengan mengendarai truk dan motor, puluhan warga yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Anti Pilkada Curang (Amanda) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Polewali Mandar.

Menurut data Capil yang diperoleh Amanda data Pemilu di Polewali Mandar hanya 350 ribu lebih. Sementara yang diajukan atau dikirim ke Mendagri tercatat 359 ribu pemilih. Sementara ada sebanyak 39.790 warga Polman hingga kini belum melakukan perekaman data e-KTP, dan terancam kehilangan hak pilihnya pada Pilgub 2017 mendatang.

KPU juga dituding tidak bekerja profesional melakukan verifikasi data pemilih. Meski tim sudha melepoarkian danya ribuan pemilih ganda namun kpu lagi-lagi merilis dps yang tetap mengacu pada data sebelumnya yakni sekitar 308 ribu pemilih.

Amanda mendesak KPU dan Disdukcapil agar serius menangani kisruh data pilkada di Polewali Mandar yang terus menjadi sumber masalah setiap Pilkada akan digelar.

“Patut diduga da manipulasi data pemilih e-KTP, data capil yang dikirim ke kemendagri berbeda dnegan data sebenarnya,”ujar korlap Zubair.

Amanda juga mendesak agar para wakil rakyat mebentuk tim pansus untuk mengust adanya dugaan manipulasi data pemilih yang diduga menguntungkan pasangan calon tertentu. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *