Dua Perusahaan Ini Sudah Rampok Triliunan Uang Petani Sawit

MAMUJU, TERASSULBAR – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tandan Buah Segar (TBS), Rayu menganggap carut marut penetapan harga TBS di Sulewesi Barat (Sulbar) bukanlah persoalan kecil.

Mengingat ada dua perusahan besar, yaitu PT. Astra dan PT. Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL) yang memonopoki harga serta tak mengikuti aturan harga yang ditetapkan Pemerintah Sulbar. Sehingga DPRD Sulbar membentuk Pansus TBS, dan dibentuknya Pansus TBS tak hanya akan mengurusi harga TBS.

“Sebenarnya persoalannya kalau dibilang cakupannya kecil itu keliru, sebanarnya pansus ini nanti kerjaanya bukan cuma persoalan TBS. Banyak cakupannya cuma belum bisa memgutarakan ke media, pansus ini bukan cuma 1 item yang dibongkar nantinya, karena ini berkait antara satu dengan dua, tiga, dan empat nantinya. Sehingga ini sebenarnya kenapa kita harus membentuk pansus, karena ini bukan persoalan kecil, ini persoalan nasional bukan persoalan daerah. Coba bayangkan ini persoalan nasional, kalau nanti ada terbukti ada penggelapan pajak ratusan milliar ini”, katanya Rayu dalam rapat Pansus di Kantor DPRD Sulbar, Rabu (1/3/17).

Dilihat data yang dimiliki pansus TBS, persoalan penetapan harga TBS sudah masuk ke persoalan yang besar.

“Kami punya data yang ada sekarang ini, data yang ada sekarang ada selisih pajak yang besar, kalau menurut saya sendiri perusahaan-perusahaan ini merampok uang-uang petani 50 sampai 60 milliar perbulan. Coba hitung 50 sampai 60 milliar perbulan di kali 12. Ini sudah berapa tahun bukan lagi 600 milliar lebih, tapi┬ásudah terliunan uang yang di rampok. Ini bukan lagi persoalan kecil tapi persoalan besar,” ungkapnya.

Maka dari itu menurutnya, Pansus TBS ini perlu untuk dibentuk membuktikan kebenaran data.

“Inilah alasan kami bentuk pansus untuk melihat apakah betul ada barang begini, karena menurut hitungan-hitungan kami itu ini sudah pasti ada masalah, coba kita hitung kemarin saja ada selisih Rp 107, kami paksa waktu itu untuk dinaikkan Rp 107, kita tahu berapa kerugian perusahaan, 16 milliar, bagaimana dengan harga sekarang ini selisih sampai Rp 400, puluhan milliar itu, 50-60 milliar perbulan, nah ini kalau kita katakan bahwa ini persoalan kecil, kita salah besar” terangnya. (rb)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *