Dua Perusahaan Monopoli Harga Sawit di Sulbar

Ketua Pansus TBS Rayu saat menyampaikan agend adan progres pansus TBS.

MAMUJU, TERASSULBAR – Harga Tandan Buah (TBS) di Sulawesi Barat (Sulbar) masih dimonopoli dua perusahaan. Hal itu ditegaskan Ketua Panitia Khusus (Pansus) TBS Rayu, dalam rapat Pansus yang digelar di Kantor DPRD Sulbar, Rabu (1/3/17).

“Jelas sekali ada monopoli, coba kita lihat mulai dari kita dampingi, harganya PT. Unggul Widya Lestari  (UWTL) dengan PT. Astra Agro Lestari itu cuma berbeda Rp.100 tiap penetapan, dia bermain disitu, itu kentara sekali” ungkapnya.

Politukus PDI Perjuangan itu menyatakan monopoli harga semakin jelas ketika ada perbedaan penjualan dari perusahaan lainnya.

“Kalau tidak salah dibulan September itu, ada masuk PT. Trinity Palmas Plantations, bayangkan PT. Triniti dia begitu jauh perbedaan sampai selisih 2000 dia punya Crude Palm Oil (CPO), bahkan 2000 lebih juga dia punya Karnel, padahal satu perusahaan ini, heran saya, kenapa perusahaan ini tinggi penjualannya, sementara yang lain ini yang punya kebun rendah, sementara yang lain ini, yang punya kebun punjualannya rendah, ini PT.Trinity kalau nda salah pada saat itu,” bebernya.

Tak hanya itu, ia juga memberikan perbandingan dengan dua (2) perusahaan yang diungkapkan memonopoli harga kelapa sawit.

“PT. UWTL dan PT. Astra itu dia punya karnel kalau tidak salah cuma 2000an, PT. Trinity sudah 4000an, karena CPO pun begitu kalu nda salah PT. Astar dan PT. UWTL 4000an, PT.Trinity sudah 6000an itu terlalu jauh, disitu bahwa ada manopoli selama ini, ada monopoli2 perusahaan besar, PT. Astra dan PT. Unggul, disitu persoalannya dia mengatur harga barang, supaya harga tetap rendah dengan catatan tidak inginperlihatkan invoice”, tutupnya. (*)

Facebook Comments