Enny Nilai Program SDK-Kalma Tak Adil, Salim Tegaskan Harus Disesuaikan

Enny saat mengajukan pertanyaan ke pasnagan nomor urut satu.

MAMUJU,TERASSULBAR – Debat publik putaran kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Sulbar) semakin menarik, saat memasuki sekmen tanya jawab antara pasangan calon.

Pasangan nomor urut tiga Ali Baal Masdar bersama Enny Anggraini Anwar (ABM-ENNY), saat Enny Anggraini Anwar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ke kandidat nomor urut satu tentang program Rp 100 miliar Suhardi Duka bersama Kalma Katta (SDK-KK).

Adapun pertanyaan yang diajukan Enny ke SDK, yaitu apakah dana itu berupa dana hibah atau Anggaran Pendapatan dan belanja daerah (APBD) ataukan dana lain-lainnya. Dan sadarkah bapak bahwa sejatinya bantuan itu melanggar sangat serius dengan asas keadilan ?

Enny mencontohkan, bagaimana masyarakat di Polewali Mandar (Polman) dan Mamuju Tengah (Mateng) dengan anggaran yang sama 100 miliar, berarti penghasilannya akan berbeda dimana keadilan bagi masyarakat itu ?.

Enny yang merupakan isteri dari mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, merasa program yang dicanangkan SDK-KK belum tepat pada pengalokasiaan anggaran ke masing-masing daerah sesuai kebutuhan dan tak harus sama besaran anggaranya. Karena bagi Enny, sebagai pejabat yang akan menjadi calon gubernur hendaknya dapat mulai sekarang membuat keadilan kepada seluruh masyarakat kita.

Mendapat pertanyaan itu, yang menyoaal program Rp 100 miliar perkabupaten. Suhardi Duka (SDK) dengan tegas menjawab.”Memang ini program kami. Olehnya itu, Insha Allah akan kami laksanakan. Anggaran 100 miliar untuk membangun infrastruktur, baik itu infrastruktur jalan, jembatan, pertanian, perkebunan dan pendidikan, dan ini kita akan alokasikan kepada kabupaten yang selama ini tertimpang infarstruktur kita tidak dijama dengan baik,” sambung SDK.

“Pertanyaannya apakah akan dialokasikan?. Tentu dialokasikan, karena pemerinta provinsi tidak punya wilayah, wilayah provinsi adalah kabupaten. kita mau alokasikan kemana kalau bukan ke kabupaten, tidak mungkin anggaran Sulbar kita alokasikan ke Kalimantan Timur,” jelasnya.

Tak merasa puas dengan jawaban yang diberikan SDK, setelah moderator Dr. Yundini Husni Jamaluddin, kembali memberikan kesempatan kepada nomor urut tiga untuk menanggapi dari jawaban SDK. Enny kembali fokus pada pertanyaanya, yaitu tentang sumber anggaran dari 100 miliar tersebut.

“Yang kami maksudkan tadi dananya itu berupa dari dana hibah atau akan mencari dari dana APBD. Setahu kami yang kami dengar, dana APBD di Provinsi Sulbar tidak mencukupi untuk dibayarkan kepada hal-hal yang demikian, kalau menurut dana hibah tentu mempunyai peraturan pemerinta nomor 2 Tahun 2012 dan Kemendagri nomor 14 Tahun 2016 yang mengatur tentang dana hibah,” tanya Enny saat kembali memberikan tanggapan atas jawaban SDK.

Pasangan nomor urut dua Salim S Mengga dan Hasanuddin Masud (Salim-Hasan) yang juga diberi kesempatan moderator untuk menanggapi jawaban dan pertanyaan dari nomor satu dan tiga. Salim menegaskan, dirinya pun sepakat akan bantuan selama tepat sasaran.

“Pada dasarnya saya setuju dengan bantuan, tetapi disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat setempat. Dan soal anggaran 100 miliar itu, harus disesuaikan dengan kondisi`kebutuhan wilayah. Terima kasih,” ujar Salim saat memberikan tanggapan. (hr)

Facebook Comments