Evaluasi Pemantauan dan Pelaporan Perkembangan Politik Jelang Pilkada

- in Politik, Sulbar

MAMUJU,TERASSULBAR РJelang perhelatan pilkada serentak tahun 2020, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar evaluasi pemantauan dan pelaporan perkembangan politik daerah di Hotel Diana Mamuju, Senin (26/08/19).

Dalam kegiatan tersebut Kesbangpol menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Ketua KPU Sulbar, Rustang dan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sulbar, Muhammad Natsir.

Kepala Kesbangpol Sulbar, Rahmat Sanusi mengatakan kegiatan evaluasi ini dilakukan untuk menghasilkan kesuksesan pada pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 nanti.

“Kita melakukan evaluasi ini untuk melihat kondisi politik di daerah jelang pilkada, sehingga kita bisa menghasilkan kesuksesan pada pilkada 2020 yang akan datang,” kata Rahmat.

Apa lagi menurut Rahmat, berdasarkan pelaksanaan Pemilu 2019 yang lalu, pertisipasi masyarakat Sulbar dalam menyalurkan hak pilihnya melampaui target yang telah diberikan oleh KPU RI.

“Partisipasi masyarakat kemarin (Pemilu 2020) itu menurut KPU Sulbar meningkat dan melampaui target yang diberikan KPU Pusat, karena masyarakat kita yang proaktif,” ujar Rahmat.

Oleh karenanya, Rahmat berharap agar pada pelaksanaan pilkada serentak nanti, masyarakat lebih proaktif lagi, karena konstestasi pilitik pada pilkada berbeda dengan pemilu yang lalu.

“Mudah-mudahan saja di pilkada yang akan datang masyarakat lebih proaktif. Karena ini adalah pestanya masyarakat, masyarakat yang akan memilih pemimpinnya,” jelas Rahmat.

Selain partisipasi pemilu, Kesbangpol juga berharap pada saat pelaksanaan pilkada nanti, persoalan money politik bisa ditekan.

“Untuk money politik, Bawaslu dan instansi terkait harus lebih aktif dalam mensosialisasikannya, karena betapa tidak eloknya politik yang ada di Sulbar jika terjadi money politik,” kata Rahmat.

“Jangan nantinya kita memilih pemimpin karena kita diberikan uang, dimana hati nurani kalau begitu. Makanya peran aktif dari Forkopimda yang dibutuhkan,” sambungnya.

Sementara itu Ketua KPU Sulbar, Rustang mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan dan memaksimalkan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk mensukseskan pelaksanaan pilkada serentak.

“Inshaa Allah KPU Sulbar akan meningkatkan secara maksimal segalah potensi yang dimiliki baik sumber daya sekretariat untuk selalu kompak dengan ad hock nanti kedepan,” kata Rustang.

Rustang menuturkan, pihaknya akan terus meningkatkan pengetahuan (knowledge) jajarannya terutama dalam hal pendataan pemilih hingga sosialisasi undang-undang sehingga dapat dengan cepat diterima hingga ke jajaran terbawah.

“Kita akan lebih berhati-hati dan mengambil langkah strategis, mulai pendataan pemilih sampai sosialisasi perundang-undangan itu bisa cepat sampai ke bawah, transfer knowledgenya ini, serta pemahaman kepada ad hock itu yang harus dipercepat,” tutur Rustang.

“Karena kami melihat, kemarin ada kelambanan dari pihak KPU kabupaten ke PPK sehingga KPPS dan PPS terkesan lambat sehingga transfer knowledge itu yang ingin kita percepat,” sambungnya.

Namun menurut Rustang, hal utama yang harus ditingkatkan oleh pihak KPU untuk menjamin kesuksesan pilkada adalah akurasi dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Yang pertama harus kita tingkatkan adalah DPT atau pemutakhiran data pemilih. Jadi data pemilih ini bagaimana akurasinya harus benar-benar tepat, karena gawang terakhir pemilih ini adalah kita (KPU),” tutup Rustang. (ru)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *