Fasilitas Tol Laut Dicanangkan Di Pelabuahan Belang-belang

Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Carlo B Tewu bersama Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat meninjauh langsung Pelabuhan Belang-Belang terkait Pencangan Tol laut, Mamuju

MAMUJU,TERASSULBAR – Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja di Sulbar, Selasa, 9 Mei 2017. Kunker tersebut dilakukan dalam rangka  Pencanangan Program Tol Laut di Pelabuhan Belang-Belang, Mamuju.

Menhub mengatakan, Sulbar merupakan daerah baru dan memiliki potensi yang luar biasa. Selaku Menteri Perhubungan wajib memberikan support atas potensi-potensi  yang ada di provinsi ke 33 tersebut.

Untuk itu, kata Budi Karya, pihaknya akan memberikan fasilitas tol laut, agar peningkatan harga kebutuhan daerah dapat ditekan, serta  potensi devisa dan barang-barang yang akan dijual keluar daerah bisa langsung dikirim tanpa melalui proses yang panjang.

Masih kata Budi, kiranya Pemprov Sulbar  bisa membangun rumah logistik yang dinamakan rumah kita. “Rumah Kadin diharapkan dapat   dikelola  dengan baik oleh pemerintah setempat, itu merupakan kesempatan terbaik sekaligus bentuk revitalisasi  Pelabuhan Belang-belang . Pelabuhan tersebut belum BLU, saya berharap segera dibentuk BLU agar struktur keuangan jadi lebih baik, setelah itu akan dilakukan kerja sama dengan pihak swasta untuk mengembangkan  investasi, mengingat anggaran pemerintah sangat terbatas untuk pelabuhan kecil, sedangkan Pelabuhan Belang-belang termasuk pelabuhan besar dan relatif menguntungkan, termasuk bandara yang ada,” bebernya.

Saat dikonfirmasi terkait pembebasan lahan Terminal Bandara Tampa Padang, seluas 70 hektar yang saat ini masih  menyisakan kurang lebih 40 hektar, Budi mengatakan akan mengusahakan  bantuan anggaran terhadap hal tersebut, serta membuka kesempatan luas bagi pihak swasta yang ingin mengelolanya.

“  Tanah nanti ada yang menyelesaikan, sedangkan terminalnya nanti kita upayakan anggarannya bisa dari kita bisa dari swasta jadi nanti kita lihat, seperti Kertajati di Bandung itu pihak swasta yang masuk,  jadi bisa lakukan,kita buka kesempatan seluas-luasnya” kata Budi.

Ia pun berharap,  tol laut tersbut dapat berhasil serta berjalan secara maksimal, karena dengan itu, dapat menjadi tolak ukur keberhasilan suatu daerah.

Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Carlo B Tewu mengemukakan, Sulbar memasuki usia ke 13 tahun. Itu  menandakan  provinsi tersebut masih sangat muda.  Disampaikan, pada  tahun 2016 PAD Sulawesi Barat mencapai Rp 197miliar lebih ,  hanya dapat menutupi  gaji guru-guru yang ada di provinsi  termuda setelah provinsi Kalimantan Utara.

Melalui Menhub, Carlo mengharapkan bantuan dan dukungan sepenuhnya dari pemerintah pusat ke  provinsi Sulawesi Barat mengingat indeks sumber daya manusia sangat minim, masih dibutuhkan  fasilitas  infrasruktur yang mendukung perkembangan suatu daerah.

“Kawasan pelabuhan Belang-belang akan dikembangkan menjadi kawasan khusus dan kawasan industri perdagangan, maka dari itu daerah tersebut masuk dalam daerah srategis Sulbar. Pemda sudah menyiapkan lahan sebesar 70 hektar,  kami masih kekurangan 40 hektar  dan gedung terminal, pada kesempatan ini juga, kami ingin dukungan bantuan menteri,  agar supaya wilayah ini kedepan bisa bersaing dengan provinsi-provinsi lain, ”pinta jenderal bintang tiga tersebut.

Selain hadir Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Carlo B Tewu, Kapolda Sulbar, Brigjend Pol Nandang, Asisten I Tata Praja Nur Alam Tahir, Sekkab Mamuju Daud Yahya, Kapolres Mamuju AKBP Rifai dan sejumlah pimpinan OPD. (Segmen Khusus Pemprov Sulbar)

Facebook Comments