Gubernur Inginkan SMA/SMK Unggulan Setiap Kabupaten

MAMUJU,TERASSULBAR – Dalam rangka peningkatan mutu dan pendidikan di Sulbar, sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian penting dalam pemerintahan ABM-Enny. Untuk hal tersebut, Gubernur Ali Baal Masdar wacanakan sekolah unggulan di setiap kabupaten.

Hal tersebut terungkap dalam Pertemuan Gubernur Sulbar didampingi Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin dan Ketua Dewan Pendidikan Sulbar, Ansar Nur Hasanuddin bersama Kepala Sekolah SMA/SMK, Pengawas se-Sulbar yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 1 Juni 2017

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menyampaikan, diketahui bersama, kebijakan Presiden atas pelimpahan Sekolah Menegah Atas dan sederajat sudah dialihkan ke daerah provinsi masing-masing. Pendidikan merupakan hak asasi setiap manusia, begitu pula dengan kesehatan. Keduanya merupakan tanggung jawab negara.

“Untuk itulah, pada pertemuan tersebut saya undang semua Kepala Sekolah, Pengawas dan Dewan Pendidikan SMA/SMK sesuai kewenangan provinsi membicarakan tentang bagaimana SMA/SMK ini ke depan. Kita harapkan ada sekolah unggulan di setiap kabupaten, paling tidak bertaraf nasional, kalau memang belum memungkinkan bertaraf internasional,”kata Ali Baal Masdar.

Lebih lanjut, mantan Bupati Polman dua periode tersebut mengemukakan, untuk mendukung Sekolah Unggulan tersebut, gurunya juga harus terampil dan cerdas, sehingga gurunya juga harus disekolahkan, itu semua harus dilakukan sehingga pendidikan di Sulbar bisa sesuai target-target pencapaian pemerintah pusat.

“Sekolah harus dilengkapi dengan asrama, tenaga pengajar yang berkualitas dan sarana lainnya yang mendukung anak dalam proses belajar,”kata Ali Baal Masdar.

Lebih lanjut, ABM menyampaikan, sekiranya di tiap-tiap kabupaten dapat dibangun satu sekolah unggulan lengkap degan tenaga pengajar yang berkualitas, serta dilengkapi asrama sekolah. Untuk itu, kepada Kepala Dinas Pendidikan segera membuat program untuk peningkatan kualitas guru, termasuk pemberian gizi bagi siswa yang dianggap sangat perlu dilakukan demi mendukung kemajuan dan perkembangan anak-anak Sulawesi Barat.

“Saya menginginkan Kadis Pendidikan, bagaimana orang bersekolah tanpa ada beban, dan betah di sekolah. Buat program peningkatan kualitas dan kesejahteraan terhadap guru , agar pendidikan semakin maju di Sulbar. Kita juga harapkan anak-anak di Sulbar dapat bersekolah dengan baik tanpa ada beban termasuk bagi anak didik yang kurang mampu, ” beber Ali Baal.

Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin menyampaikan, sesuai keinginan dan harapan Gubernur Sulawesi Barat kepada para kepala sekolah SMA dan SMK sederajat, kiranya para tenaga pendidik dapat memberikan dua hal, yaitu terciptanya generasi yang dapat menempuh pendidikan, tanpa adanya rasa takut dan putus sekolah, termasuk mengembalikan anak-anak putus sekolah ke jenjang pendidikan.

Hal tersebut merupakan kebijakan yang dilakukan pemerintah demi memberikan kemudahan bagi masyarakat Sulawesi Barat, demi mempermudah masyarakat menempuh pendidikan.

“Sesuai hasil rapat yang telah diutarakan kepala daerah, sekiranya sekolah-sekolah yang ada dapat menjadi pusat penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, menghadirkan karakter siswa yang lebih bagus serta menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman,”sambung Ismail

Kepala SMK Negeri 1 Sulbar, Sahril Tamsih melaporkan, sekolah tersebut memiliki dua bidang keahlian, Agrobisnis Pertanian dan Agro teknologi yang bergerak di bidang budi daya kakao dan pengolahan cokelat dari bahan mentah hingga ke bahan makanan yang siap dipasarkan.

Selain itu, masih kata Sahril, sekolah unggulan yang menjadi ikon Sulawesi Barat tersebut, sudah difasilitasi bangunan yang memadai dan dua unit mesin pabrik kakao terbesar di Sulbar. Tetapi sumber listrik belum ada, sehingga pabrik sama sekali tidak dapat beroperasi.

” Kami punya pabrik mesin terbesar di Sulbar, pabrik itu sudah dibangun dua unit disini, sayang pabriknya belum bisa beroperasi karena bangunannya Baru jadi tahun 2016 kemarin, dan baru digunakan ditahun ini. Adapun kendalanya, dimana bangunan sudah ada, mesin sudah masuk tapi belum ada listrik.” tandasnya

Sealain dihadiri Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, Ahmad Sukri dan Tokoh Pendidikan, Basri Hasanuddin, Kepala Bapedda Provinsi Sulbar , Junda Maulana, Kepala Biro Keuangan, Pemprov Sulbar, para kepala sekolah serta Dewan Pendidikan SMA/SMK se-Sulawesi Barat. (humas/farid)

Facebook Comments