Harapan Febrianto untuk Caleg yang akan Duduk di Kursi Legislator

- in Mamuju, Politik
Febrianto Wijaya

MAMUJU,TERASSULBAR – Febrianto Wijaya, meski ikut bertarung pada perhelatan pemilihan legislatif, tak lupa ia mendoakan caleg lainnya, agar ketika menjadi pejabat harus sepenuh hati mencintai Mamuju.

Mengapa tidak, pria yang akrab disapa Anto ini, sejak mengenal dan melihat perkembangan Mamuju dari tahun ke tahun, hingga dirinya menjadi Anggota DPRD Mamuju, tentu menyakitkan baginya bilamana ada yang mencoba mengotori Mamuju ini, contoh kecil buang sampah di sembarang tempat. Terlebih lagi korupsi.

“Jadi kalau saya cinta sama mamuju, buang sampah dijalan pun saya tidak mau. Apalagi mau melakukan korupsi. Itu juga yang saya bawa dalam menjadi legislator,” ujar Caleg Dapil Mamuju itu, Selasa (16/04/19).

Sebab itu, ia mengharapkan, Mamuju sebagai tanah kelahirannya menjadi tempat yang dihuni oleh para pejabat yang betul betul mencintai Mamuju. Begitupun kepada para calon legislatif lainnya, ketika terpilih, maka jadilah pejabat yang memberikan doktrin positif kepada masyarakat.

Doktrin positif, sebagaimana dirinya selama menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Mamuju, senantiasa mengajak masyarakat agar tidak melakukan hal negatif. Itu adalah dasar yang baik dalam membangun Mamuju lebih baik kedepannya.

Banyak cara menularkan doktrin kepada masyarakat, pertama memberdayakan kecanggihan teknologi dalam melakukan peledakan informasi secara milenial, tentunya dengan menampilkan hal postif dan keindahan potensi yang ada di Mamuju. Termasuk menumbuhkan nilai-nilai kebudayaan, baik mengenai tenun sekomandi, tarian budaya, dan bentuk kebudayaan lainnya.

Dengan begitu, hemat politisi Demokrat ini, masyarakat di daerah lain bahkan di dunia pun dapat menyaksikan betapa bersyukurnya menjadi warga yang berada di Mamuju,”itu dari segi fublikasi” katanya.

Terpenting, pesan Febri, mencintai Mamuju tentunya ditunjukkan dengan cara tidak melakukan kericuhan, menjaga kebersihan kota Mamuju, tidak mengimsumsi narkoba. Melainkan, berbuat lebih baik, menghasilkan karya di bidang apapun, menekuni pekerjaan, menjaga persaudaraan dan kerukunan ummat beragama, maka dengan sendirinya akan menjadi orang yang mendapat apresiasi dan membanggakan.

Begitupun pada moment politik tahun ini, menghitung hari menuju hari pemilihan, maka sepatutnya warga negara menunjukkan sikap positif fengan tidak memilih golput. Sebab satu suara akan menentukan nasib daerah lima tahun kedepan. “Ketika salah pilih, menunggu kesempatan lima tahun tahun kedepan,” tutup Febri. (ij)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *