Hikmah Maulid Dan Harapan GP Ansor Untuk Pemimpin Sulbar

Ketua GP. Ansor Polman

POLMAN,TERASSULBAR – 12 Rabiul Awal sekian abad silam, di Kota suci Makkah, Allah SWT menggariskan takdir pada pasangan Abdullah dan Siti Aminah untuk melahirkan seorang anak yang kelak menjadi pemimpin besar dalam sejarah peradaban manusia. Dialah nabi besar Rasulullah Muhammad. SAW, seorang nabi yang hidupnya dihibahkan untuk memperjuangkan kemanusiaan, kesetaraan dan keadilan.

Sosok pemimpin umat yang berani mendobrak tatanan lama yang amoral, dan tegas untuk membongkar segala jerat yang menjerebabkan manusia ke lubang kesesatan jahiliyah kala itu.

12 Rabiul Awal 1438 H atau dalam kalender Masehi bertepatan dengan 12 Desember 2016 ini, merupakan moment yang istimewa bagi umat islam di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia dan Sulawesi Barat khususnya sebagai daerah berpenduduk mayoritas islam.

Sebagai bentuk manifestasi akan kecintaan dan kerinduan pada sosok pemimpin besar itu, beragam cara perayaan dilaksanakan para majelis dan berkumpul mengumandangkan shalawat, membuat aneka panganan untuk disantap bersama, sedikit dari cara masyarakat islam merayakannya.

Namun, bulan rabiul awal sebagai bulan maulid ( kelahiran ) nabi ini, seyogianya tidak hanya sebatas dirayakan dengan euforia saja tanpa memetik pesan dan hikmah-hikmah di dalamnya. Rasulullah sebagai pemimpin besar tentu banyak memberikan contoh, bahwa pemimpin dan umatnya (baca masyarakat) mesti berpadu.

Rasulullah dalam detik-detik kepergiannya-pun masih menempatkan pikiran pada umatnya dengan berujar lirih “umatku-umatku dan umatku”.

Dari gambaran kecil tentang makna maulid nabi dan kepribadian Muhammad.SAW, yang menjadi suri tauladan bagi umat islam. Dalam moment ini pula yang juga bertepatan dengan moment menjelang perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Barat, yang digelar serentak dibeberapa wilayah di Indonesia 15 Februari mendatang, sosok rasulullah dapat menjadi contoh bagi seluruh umat islam tanpa terkecuali para calon pemimpin Sulbar meski tak sepenuhnya sama untuk menjadi pribadi yang baik dalam kepemimpinanya kelak saat terpilih.

Tiga pasangan calon yang kelak akan berkompetisi di Pilgub Februari mendatang, diantaranya pasangan nomor urut satau Suhardi Duka-Kalma Katta, pasangan nomor urut dua Salim S Mengga-Hasanuddin Masud dan pasangan nomor urut tiga Ali Baal Masdar bersama Enny Anggaraini Anwar, yang merupakan putra-putri terbaik daerah harus siap memanggul harapan dari segenap elemen masyarakat sulawesi Barat.

Harapan bahwa pemimpin ke depan mampu meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya diungkapkan, Ketua Gerakan Pemuda (GP) ANSOR Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Busyra S.

“Rasulullah kita kenal begitu dekat dengan masyarakatnya, terutama kepada mereka yang miskin. Sebagaimana yang dikisahkan dalam kitab Al Barazanji, dalam konteks kekinian kita ingin pemimpin Sulbar ke depan dalam menentukan kebijakan anggaran yang akan disusun dapat dirasakan oleh mereka,” harapnya.

Tak sampai disitu, cucu dari pendiri Pondok Pesantren As Salafih Parappe Kabupaten Polman ini berharap, agar calon pemimpin dan semua elemen masyarakat Sulbar menjadikan maulid nabi ini sebagai penegasan untuk menjaga toleransi antar agama.

“Pesan lain dari hikmah maulid ini adalah bagaimana pemimpin ke depan kembali belajar pada keramahan rasulullah pada masyarakat yang ia pimpin. Keramahannya bukan saja pada masyarakat muslim, tetapi juga pada masyarakat Madinah yang belum memeluk islam,” sambungnya.

“Bahkan hak soal keamanan dan kebebasan dalam menjalankan agamanya seperti yang tertuang dalam piagam Madinah, maka jika dengan begitu tidak ada alasan untuk tidak berkasih sayang ke pada siapapun termasuk yang berbeda dengan kita,” kunci pria kelahiran Campalagian tersebut saat dihubungi, Senin (12/12/16). (mds)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *