HMI Minta Pemkab Transparan Kelola Anggaran

MAJENE,TERASSULBAR – Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene mengelar aksi unjuk rasa dan membentangkan spanduk bertuliskan“orang miskin dilarang sakit”dibundaran Pusat Pertokoan Kota Majene, Selasa (21/3/17).

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan
terhadap Pemerintah Kabupaten Majene, antara lain perbaikan pelayanan
e-KTP dan pelayanan di Rumah Sakit Umum Majene, selain itu mereka juga
menuntut agar Pemkab Majene transparansi dalam pengunaan anggaran.

Koordinator Aksi Kadri mengatakan, ada beberapa point yang harus
menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Majene, pertama terkait
defisit anggaran, kedua pelayanan di kantor Dukcapil, khususnya
pelayanan e-KTP dan ketiga pelayanan di Rumah Sakit Umum Majene.

“Olehnya itu, kami dari HMI Cabang Majene meminta kepada Pemkab Majene
agar dalam pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan, kami juga
minta Pemkab memberikan perhatian khusus hasil Musrembang dan
diakomodir dalam APBD, jangan hanya APBD dinikmati oleh Eksekutif dan
Legislatif,”kata Kadri.

Kadri juga menyampaikan, jika dalam waktu dekat tidak ada respon dari
pihak Pemerintah Kabupaten Majene, mereka mengancam akan kembali turun
ke jalan dengan massa yan lebih banyak.

Usai melaksanakan unjuk rasa selama dua jam, mereka lalu membubarkan
diri dengan pengawalan petugas Kepolisian yang melakukan pengamanan di jalan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *