IAI DDI Bakal Utus 2000 Mahasiswa Dalam Deklarasi Kebangsaan Lawan Radikalisme

- in Pendidikan & Kesehatan

POLMAN,TERASSULBAR – Jelang Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi yang digelar pada 28 Oktober 2017, di Gedung Dinas-Dinas dan Lapangan Pancasila, dalam melawan radikalisme terus mendapat respon positif dari Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta yang ada di Sulawesi Barat (Sulbar).

Misalnya, Rektor Institute Agama Islam (IAI) Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Polewali Mandar (Polman), DR. Salam Hariyanto mengatakan, pihaknya akan berupaya maksimal mungkin menghadirkan seluruh sivitas akademika IAI DDI, sekitar 1.500-2.000 jumlah mahasiswa dan dosen-dosen untuk menyambut acara deklarasi kebangsaan tersebut. Karena menurutnya aksi tersebut adalah bagian dari komitmen dan upaya IAI DDI dalam menegaskan kampus ini menolak paham radikalisme.

“Kampus ini adalah kampus yang berhaluan Aswaja atau Islam Rahmatan Lil Alamin, sehingga kami mewajibkan bagi dosen-dosen dan mahasiswa untuk mengikuti aturan bahwa jangan ada ideologi lain, apalagi radikal di kampus ini. Dulu ada juga dosen kami yang berpaham seperti itu, sehingga kami peringatkan terhadap dosen tersebut. Insya Allah saya mendukung dan kami akan ikut menyukseskan acara ini dengan mengutus semaksimal mungkin mahasiswa kami sekitar 1.500-2000 mahasiswa kami di IAI DDI Polman,” kata Rektor IAI DDI saat ditemui di ruang kerjanya IAI DDI, Rabu (18/10/17).

Seminar dan Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme rencananya akan dilaksanakan serentak di 34 provinsi di seluruh Indonesia, dengan melibatkan 4,5 Juta mahasiswa se Indonesia pada 28 Oktober 2018 yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Terkhusus Provinsi Sulawesi Barat, aksi kebangsaan PT melawan radikalisme akan dipusatkan di Lapangan Pancasila, Kabupaten Polewali Mandar. (her)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *