Ini Langkah Disdikpora Bantu Maksimalkan Mamuju Mappaccing

MAMUJU,TERASSULBAR – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, bakal mengambil langkah kongkrit dengan menggerakkan seluruh lembaga pendidikan di Mamuju untuk berperan aktif dalam memaksimalkan program Mamuju Mappaccing.

Program Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Habsi Wahid bersama Irwan Pababari itu belum berjalan secara maksimal. Hal itu ditandai dengan masih banyaknya sampah yang berserakan dilingkungan masyarakat dan tempat umum akibat masih rendahnya kesadaran.

“Kita tidak boleh menyalahkan atau mengharapkan satu atau dua pihak saja dalam merealisasikan program Mamuju Mapaccing ini,” kata Sekertaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju,Abdullah Syahid Pattoeng, SPd.Pd, Rabu (15/11/17).

Selain diharapkan kesadaran bersama untuk hidup sehat dan menjaga lingkungan, Syahid mengungkapkan, dipihak instansinya pun telah membuat kebijakan untuk melibatkan semua lembaga pendidikan untuk turut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sangat diharapkan semua elemen pendidikan untuk membangun kesadaran dan menjadikan kebiasaan serta hidup sehat yang dimulai di lembaga pendidikan dan masyarakat. Saya kira kalau ini sudah dibumikan di Manakarra, insa allah program Mamuju Mapaccing dapat maksimal,” jelasnya.

Pihaknya yang telah menyampaikan kelembaga pendidikan, dalam hal ini sekolah disetiap kunjungan kerjanya agar dapat terlibat langsung dalam program Mamuju Mappaccing. Hanya saja, kata Syahid, dibutuhkan penetapan hari bagi sekolah-sekolah untuk menyempatkan waktunya.

“Sebenarnya diinternal kami sudah dibincangkan ini, dan dalam setiap kunjungan kami ke sekolah-sekolah sudah menyampaikan ke pihak sekolah dan mendapat respon baik. Hanya saja dibutuhkan satu komando dan menentukan harinya, apakah hari Jumat atau Sabtu semua sekolah menurunkan siswa siswinya untuk turun membersihkan lingkungan dan tempat-tempat umum yang dianggap perlu kerja sama, dalam membersihkan lingkungan tersebut,” paparnya.

Jika gerakan ini dapat masih dilakukan, Syahid mengungkapkan, akan menumbuhkan kesadaran bersama.”Ya tidak mungkin masyarakat tidak tergugah kesadarannya melihay pelajar yang turun kelapangan untuk membersihkan lingkungan. Tentu malulah kita sebagai masyarakat secara umum, jika tidak turut serta dan membangun kesadaran betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan hidup sehat,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, kesadaran hidup sehat dan bersih juga dikatakan Syahid, dapat memberikan pendidikan secara dini kepada anak dan keluarga.

“Ini juga perlu, memberikan pendidikan kepada anak untuk hidup dengan pola yang bersih dan sehat. Tentu dengan sendirinya akan menjadi kebiasaan. Sekali lagi saya tegaskan, untuk merealisasikan program Mamuju Mappaccing, kita tak boleh berharap dan menyalahkan pihak manapun, mari kita bekerja sama demi kepentingan kita bersama dan lingkungan,” tutupnya. (her)

 

 

Facebook Comments