Ini Pengakuan Bupati Mamuju Dalam Kepemimpinanya

Bupati Mamuju Habsi Wahid

MAMUJU,TERASSULBAR – Dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun tiga bulan, Kabupaten Mamuju dibawah kepemimpinan Habsi Wahid bersama Irwan SP. Pababari, diakui masih terdapat beberapa kondisi tatanan sosial masyarakat Mamuju yang perlu dibenahi, termasuk kondisi religi masyarakat dan kondisi lingkungan.

Hal itu disampaikan langsung Habsi kepada awak media saat ditemui usai menggelar safari ramadan di Masjid Muttahida, Kecamatan Mamuju, Senin (12/6/17).

Menurutnya dalam upaya membenahi tatanan sosial masyarakat tersebut, ada tiga gerakan diusung Pemerintah Kabupaten Mamuju yang membutuhkan bantuan dan dukungan dari masyarakat Mamuju.

Ketiga gerakan itu diantaranya, gerakan kembali bersekolah, gerakan pengentasan buta aksara al-qur’an dan gerakan Mamuju mapaccing.

“Insya Allah masa jabatan lima tahun ini tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah. Tapi ini tidak akan tuntas kalau tanpa bantuan masyarakat,” tegasnya.

Baginya al-quran merupakan pedoman bagi umat muslim, sehingga sangat diwajibkan bagi seluruh regenerasi untuk dapat dengan baik membaca al-quran.”Kalau generasi kita tidak memahami ini (Alquran), tidak mampu membaca Al-Qur’an, ya saya tidak bisa bayangkan bagaimana jadinya generasi kita kedepan. Ini harus juga kita tuntaskan, kita selesaikan bersama-sama,” ajak mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju ini.

Sementara itu, untuk Gerakan Mamuju Mapaccing kata Habsi, dimana pemerintah berupaya sedikit demi sedikit merubah mindset masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

Terkait gerakan ini, Habsi berharap agar masayarakat Mamuju dapat kembali menumbuhkan sikap gotong-royong agar masalah kebersihan tidak hanya diatasi oleh pemerintah saja tetapi juga masayarakat itu sendiri.

“Dulu waktu saya kecil, saya ingat persis orang-orang tua kita bergotong royong untuk membersihkan lingkungan, didepan rumah ada yang kotor kita bersihkan sendiri, got ada yang buntu kita bersihkan sendiri, kenapa dalam kondisi sekarang ini kita tidak bisa melakukan itu, padahal hanya beberapa waktu saja kita memperhatikan kondisi lingkungan kita,” sesalnya.

Terakhir Habsi juga berharap tiga gerakan tersebut diatas mendapat dukungan dan kerjasama dari masyarakat, sehingga kondisi tatanan sosial masyarakat Kabupaten Mamuju jadi lebih meningkat dan visi pemerintah untuk menjadikan Mamuju maju, sejahtera dan ramah dapat tercapai.(hn)

Facebook Comments