Kadisbun Sulbar Menyebut Produksi Kelapa Menurun

perkebunan kelapa

MAMUJU,TERASSULBAR – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Sulawesi Barat (Sulbar) Tanawali, menyebut luas tanaman komiditi kelapa dalam di Sulbar yang mencapai 47,504 hektare yang tersebar di lima kabupaten di Sulbar, 7,517 hektare tak produktif lagi untuk dikembangkan dikarenakan sudah berusia tua.ya,

Akibat produksi kelapa mengalami penurunan, yang sebagian lahan pertanian dijadikan lahan pemukiman warga. Namun, masih terdapat sekitar 3,437 hektare lahan potensial untuk dapat dikembangkan komoditi kelapa.

“Kabupaten Polewali Mandar (Polman), salah satu daerah penghasil kelapa dalam di Sulbar dengan total produksi per tahun mencapai 18.808 ton, dengan luas areal lahan sebanyak 20.914 Ha, ungkapnya, Selasa (27/9/16).

Produksi kelapa, kata Tanawali, merupakan produksi tanaman perkebunan kelapa yang juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”Kelapa dalam dapat diolah sebagai minyak goreng dan batangnya pun bisa dijadikan bahan baku kerajinan, seperti mobilier,” paparnya.

Lebih lanjut, Tanawali mengungkapkan, penghasil kelapa terbesar kedua di Sulbar yakni Kabupaten Majene dengan total produksi mencapau 10,353 ton. Kemudian di tempat ketiga adalah kabupaten Mamuju Utara, dengan total produksi mencapai 4.474 ton per tahun, Mamuju produksi berkisar 4.367 ton per tahun terendah adalah Kabupaten Mamasa yang hanya mencapai total produksi sebanyak 1 ton per tahunnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *