Kantor Bappeda Sulbar Terbakar, Junda Pastikan Tak ada Berkas Penting yang Hangus

- in Sulbar

MAMUJU,TERASSULBAR РJumat (05/07/19) kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) hangus dilahap sijago merah (kebakaran).

Berdasarkan pantaun yang dilakukan di lokasi kejadian, api hanya menghanguskan ruangan Kepala Bappeda saja dan tidak merembes ke ruangan lainnya di kantor tersebut.

Kepala Bappeda Sulbar, Junda Maulana yang ditemui di lokasi mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 Wita, ketika dirinya bersama seluruh pegawai pria yang beragama muslim sedang melaksanakan shalat Jumat.

“Menurut keterangan pegawai yang pertama kali melihat kebakaran, itu terjadi sekitar pukul 12.30 Wita saat sebagian pegawai pria sedang melaksanakan shalat Jumat, jadi hanya pegawai perempuan disana,” kata Junda.

Junda menuturkan, berdasarkan keterangan saksi mata, kebakaran berawal dari korsleting listrik Air Conditioner (AC) yang berada di ruangannya.

“Ada korsleting listrik di AC menurut saksi yang melihat. Kita memang tidak mematikan AC di ruangan karena akan ada rapat setelah shalat Jumat nanti,” tutur Junda.

Akibat musibah ini, Junda mengungkapkan, bahwa tidak terdapat berkas penting milik Bappeda yang ikut hangus dilalap api. Sebab, seluruh berkas penting atau berharga tidak ada yang ia simpan diruangannya, namun kerugian meteril ia perkirakan mencapai 100 juta rupiah.

“Kebetulan berkas penting itu tidak saya simpan diruangan, karena setelah tanda tangan dibawah langsung oleh pegawai, jadi dapat saya pastikan tidak ada berkas penting yang ikut terbakar,” ungkap Junda.

Sementara itu, Melda salah seorang honorer di kantor Bappeda Sulbar yang juga merupakan salah seorang saksi yang melihat awal mula kebakaran tersebut terjadi mengatakan, api pertama muncul melalui AC yang berada diruangan Kepala Bappeda.

“Saya diluar ruangan, pas saya masuk membawa SPJ ke ruangannya pak Kepala Badan (Kaban) saya mencium ada bau api, jadi saya bertanya kenapa ada bau apai, ternyata AC, terus panik maki, kerena hari Jumat tidak ada cowok,” jelas Melda.

“Karena panik kami berlari teriak-teriak, langsung kita matikan listrik, kemudian kita lapor ke pemadan, 15 menit kemudian baru datang memadamkan api,” sambungnya.

Saat berita ini diposting, api sudah berhasil dipadamkan oleh Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju. (ru)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *