Kebijakan Lembaga Bahasa Dianggap Memberatkan Mahasiswa, Berikut Penjelasan Pihak Unasman

Logo Unasman

POLMAN,TERASSULBAR – Rektor Universitas Al-asy’ariah Mandar (Unasman), Chuduriah Sahabuddin yang mengeluarkan kebijakan terkait Lembaga Bahasa sejak 2016 dengan administrasi permahasiswa 200 ribu masih menuai kontrofersi dari sejumlah mahasiswa.

Belum dipahaminya dengan baik ke seluruh Mahasiswa Unasman, sehingga baru-baru ini puluhan Mahasiswa Unasman menggelar unjuk rasa meski sebelumnya telah melakukan mediasi yang dihadiri langsung Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin.

Kepada Media Terassulbar.co, Kepala Biro Administrasi Umum Kepegawaian, Keuangan dan Kerja Sama (AUKU), Sholihin menjelaskan secara detail terkait kebijakan Rektor Unasman yang dianggap memberatkan mahasiswanya.

“Mulai awal keluarnya kebijakan Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin tentang Lembaga Bahasa yang mulai 2016, itu didasari oleh peraturan Dikti. Saya tidak tahu persis nomor suratnya, tapi ada undang-undangnya nanti saya konfirmasi kembali terkait nomor suratnya. Berdasar itu termasuk Kerangka Kualifikasi Nasional (KKN) Indonesia, muncullah kebijakan surat keterangan pendamping ijazah. Surat keterangan pendamping ijazah itu yang kami aplikasikan Lembaga Bahasa di Kampus Unasmansejak 2016, dan administrasinya 200 ribu persemester, boleh dicicil bisa perbulan bahkan 25 ribu pun kami terima, kami tidak ingin memberatkan,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (11/1/18).

Tak sampai disitu, iapun memaparkan, kebijakan Lembaga Bahasa memiliki dua aktifitas, diantaranya Bahasa Inggris dan Pendidikan Karakter.”Nah itu dicakup menjadi 200 ribu persemester. Bahasa Inggris itu sampai 4 semester, kemudian Pendidikan Karakter 2 semester,” bebernya.

Menanggapi aksi demo yang dilakukan para Mahasiswa Unasman terkait kebijakan tersebut, Kepala Biro AUKU Unasman, Sholihin menganggap itu sebuah dinamika kampus.
“Anak-anak kita memang dimaklumi, mungkin konsekuansi kita di daerah kita ini yang taraf ekonomi masih rendah, akhirnya mereka terasa berat. Namun, secara keseluruhan ini tidak semuanya diprotes oleh mahasiswa, cuma segelintir mahasiswa khususnya para seniornya yang memotori aksi kemarin yang tidak berlaku pada seniornya, karena hanya berlaku pada pada mahasiswa angkatan 2016,” bebernya.

“Misalnya senior-seniornya yang sudah sementer 5-6 ketas itu tidak dikenakan ini kebijakan, hanya semester 3 kebawah. Mungkin aspek-aspek solidaritas akhirnya mereka ikut memperjuangkan yang diaspirasikan seniornya,”sambungnya.

Namun demikian,ia menyayangkan adanya unjuk rasa setelah menggelar mediasi yang dihadiri langsung Rektor Unasman, dan telah menyepakati bersama dari usulan para mahasiswa terkait biaya administrasi Lembaga Bahasa tersebut.

“Bagikami demo itu biasa sebuah dinamika kampus di seluruh dunia, sebelum demo pun kami terima di kelas. Saya agak heran, karena setelah saya terima dikelas kemarin dengan menghadirkan rektor karena kebetulan ada di kampus, saya anggap persoalan kemarin selesai, ko malah ada demo lagi,”sesalnya.

Karena menurutnya,pihak kampus tak sedikitpun ingin memberatkan seluruh mahasiswa disetiap kebijakan yang ada.”Dalam pertemuan kemarin mereka mengusulkan begini “Bu misalkan saya ada uang dalam waktu dekat ini, sambil mereka teman-teman sudah fainal tes dibelakangan baru saya punya uang, apakah saya bisa ikut fainal susulan ?”.Ibu rektor menjawab bisa, bahkan iaakan turun langsung untuk memfasilitasi mahasiswanya yang bakal mengikuti fainal susulan,”terang Sholihin dengan mengungkapkan kembali percakapan dipertemuan kitu.

“Jadi kami bingung, ko muncul demo lagi, padahal kemarin kita sudah bersepakatatas usulan mereka. Seandainya pihak kami yang mengusulkan, dan kami tidak komit bolehlah kalian berunjuk rasa. Ditambah lagi pemberitaan di media yang seolah-olah kami pihak kampus tidak melayani dengan baik hak-hak mahasiswa, justru kami sangat meringankan dengan tidak mengharuskan dibayar langsung 200 ribu, dan kami tidak ingklutkan di dana semester karena kami tidak ingin membebani mahasiswa. Kalau SPP kan dibayarkan dua kali persemester dan Ddana Lembaha Bahasa dibayar bisa dicicil,” terangnya.

Melalui wawancara ini, Kepala Biro AUKU Unasman, Sholihin pun mengungkapkan,inti dari kebijakan Lembaga Bahasa.”Jadi intinya adalah, kebijakan lembaga bahasa upaya peningkatan kualitas mahasiswa dan sertifikatnya untuk pendamping ijazah. Dan biayaynya sengaja sangat diringankan, ini untuk tidak memberatkan mahasiswa,” paparnya.

Dikatakannya juga, mahasiswa yang pimpin demo justru tidak terkait pada masalah Lembaga Bahasa, karena kebikan tersebut berlaku sejak 2016.

“Jadi setelah ada langkah mediasi kemarin, tetapi malah ada demo lagi kami anggap mediasi kemarin gagal. Jadi sudah melakukan langkah lanjutan yang akan dilakukan teman-teman pihak kampus, karena saya bersama Ibu Rektor Unasman saat ini berada di Mamuju dan akan ke Mamuju Tengah, teman-teman di kantor sudah mengumpulkan mahasiswa dan memediasi untuk tidak terpengaruh dengan seniornya, karena kebijakan ini tidak melibatkan seniornya hanya angkatan 2016. Dan senior-senior yang aksi kemarin dan menyebabkan akses kurang mengenakkan, kami akan panggil untuk diberikan pemahaman dan klarifikasi agar normal lagi,” tutupnya. (her)

Facebook Comments