Kebijakan Pusat Terkait Pendaftaran Kartu SIM Disoroti Warga Mamuju

MAMUJU,TERASSULBAR – Kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan NIK dan KK saat mendaftarkan kartu SIM telepon, menuai sorotan publik.

Warga hanya diperkenankan dua kali mendaftarkan KK dan NIK nya. Lebih dari itu dipastikan mereka tidak bisa mendaftarkan diri. Sementara jika tak terdaftar kartu mereka tak bisa digunakan.

“Ini sulit pak. Bagaimana pun pasti kami menggunakan KK dan NIK lebih dari dua kali. Pasti ada kalanya kami lupa unreg. Sementara kartunya sudah dibuang,” ketus Ardi, Rabu petang ini, (09/08/18).

Olehnya saat mendaftar ia menggunakan KK dan NIK kerabatnya. Hal itu disebabkan dirinya tidak bisa lagi mendaftarkan identitasnya pada kartu SIM nya.

“Terpaksa pakai identitasnya orang lain. Saya sudah mendaftar hampir empat kali pak,” keluhnya.

Kondisi serupa dialami Pudding. Warga Desa Tamasapi ini mengaku tak punya KK. Akibatnya dia meminjam KK milik saudaranya hanya untuk mendaftar.

“KTP saya masih dalam proses pak. KK di kampung. Jadi pinjam KTP dulu untuk daftar kartu. Kalau tidak saya tidak bisa menelpon pak,” beber Puddin. (zn)

Facebook Comments