Kecewa, Demokrat Mungkin Tidak Usung Petahana di Pilkada Mamuju

- in Mamuju, Politik

MAMUJU,TERASSULBAR – Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka meresa kecewa akan kepemimpinan Habsi Wahid dan Irwan Pababari di Kabupaten Mamuju.

“Saya kecewa, terus terang sedikit saya kecewa dengan yang ada sekarang (kepemimpinan Habsi-Irwan). Karena, banyak hal-hal yang baik dan sudah baik tidak bisa dipertahankan,” kata pria yang akrab disapa SDK tersebut ketika ditemui di kediamannya Jalan Husni Thamrin Mamuju, Sabtu (20/07/19).

Karena menurut SDK yang juga merupakan mantan Bupati Mamuju dua periode tersebut, Habsi-Irwan gagal untuk melanjutkan penurunan angka kemiskinan di ibu kota provinsi ke-33 ini.

“Seperti penurunan angka kemiskinan, waktu dulu 10 tahun kita bisa menurunkan 9 persen. Saya tinggalkan angka kemiskinan itu di angka 6,5 persen. Sekarang ini boro-boro turun justru menjadi 6,7 persen atau naik 0,2 persen,” ujar SDK.

Selain angka kemiskinan yang meningkat, SDK juga merasa kecewa akan besaran alokasi anggaran pendidikan yang seharusnya mencapai 20 persen yang saat ini tidak bisa tercapai lagi.

Dihilangkannya sejumlah program pendidikan turut menambah rasa kecewanya. Dimana SDK menilai program tersebut mempu membantu masyarakat kurang mampu dalam melanjutkan pendidikan, seperti beasiswa Manakarra dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Simplikasi Intervensi Optimalisasi Layanan Anak (Siola).

“Beasiswa Manakarra itu kan sangat membantu masyarakat, utamanya golongan miskin, kalau kau tidak suka dengan nama Manakarra gantilah sesuai namamu atau siapalah, yang penting substansinya jalan,” ujar SDK.

“Kemudian PAUD Siola. PAUD Siola ini justru diadobsi oleh negara lain seperti Thailand. Kenapa kita hancurkan di Mamuju dan Siola itu bukan nama saya loh, tapi nama bahasa Mamuju, Siola yang berarti bersama-sama kita,” sambung SDK.

Kemiskinan dan Pendidkan menjadi dua hal yang diungkapkan oleh SDK terkait kekecewaannya akan kepemimpinan di Bumi Manakarra saat ini.

“Pendidikan dan kemiskinan saja, tidak usah saya bicara yang lain-lain, jika kita bahas maka akan lebih menusuk lagi,” ujar SDK.

Oleh karena itu, kemungkinan besar pada perhelatan kontestasi politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mamuju 2020 nanti, Partai Demokrat tidak akan mengusung sang petahana.

“Jadi itulah, sehingga kemungkinan besar partai demokrat akan mencari langkah lain untuk Mamuju. Siapa nantinya, kita sementara melakukan kajian dan pasti yang lebih baik,” tutup SDK. (ru)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *