Kejari Kembali Tetapkan Satu Tersangka Proyek Kayuangin

Foto Tersangka saat Dimintai Keterangan Oleh Pidsus Kejari Majene

MAJENE,TERASSULBAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene kembali menetapkan satu orang tersangka lagi dalam kasus korupsi pengadaan pompa Hydram, di Desa Kayuaangin, Kecamatan Malunda, Kamis sore (9/2/17).

Kasipidsus Kejari Majene Rizal F kepada sejumlah wartawan mengatakan, untuk penetapan tersangka kali ini adalah direktur utama PT.Karya Putra Tunggal Jaya Utama. Ini korporasi pertama di Sulawesi Barat yang dijerat UU Tipikor.

“Untuk tersangka baru sudah ditetapkan atas nama Linda yang juga isteri dari terdakwa Edwin alias Wingko yang sebelumnya menjadi tersangka, Linda adalah direktur Utama PT.Karya Putar Tunggal Jaya Utama yang mengerjakan proyek pengadaan pompa Hydram di Kayuangin. Linda ” ujar Rizal, Jumat (10/2).

Dari kontrak yang ditanda tangani, PT. Karya Putra memperoleh kewajiban dan hak atas proyek pompa Hydram di Kayuangin. PT. Karya Putra ini dianggap sebagai pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara pidana karena turut menikmati segala keuntungan dari proyek tersebut.

“PT Karya Putra Tunggal Jaya Utama ini dianggap bertanggungjawab, kontrak pengadaan pompa Hydram yang ditandatangani Linda selaku Direktur Utama, sebagai tindakan dalam rangka maksud dan tujua korporasi serta untuk memberikan manfaat bagi korporasi tersebut yaitu PT Karya Tunggal,”katanya

Rizal juga menjelaskan, ditetapkannya Linda sebagai tersangka korporasi, bukan berarti pemilik perusahaan ini dilakukan penahanan. Korporasi adalah benda mati, tidak seperti orang yang bias dipenjara.

“Penetapan tersangka korporasi ini adalah sesuatu yang sangat langka, dan ini sepengatahuan kami kalau di Indonesia baru yang ketiga, pertama di Kaltim, kedua di Bengkulu dan yang sekarang ini di Majene,”pungkasnya. (di)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *