Keluarga IPMASI Banyumas Peduli Ambon

- in Nasional
148

PURWOKERTO, TERASSULBAR – Gelombang aksi solidaritas bencana gempa Ambon terus mengalir. Salah satunya datang dari Keluarga Ikatan Pelajar Mahasiswa Sulawesi (IPMASI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Para Mahasiswa rantau ini menggelar aksi penggalangan dana pada dua titik di Kota Purwokerto. Yaitu kawasan Kaliputih dan Kawasan Aston. Pada Minggu pagi (13/10/19).

Pendiri dan Dewan Pertimbangan IPMASI Banyumas Mursyid Massaaran menilai bencana gempa yang memporak porandakan sebagian kota Ambon itu masih kurang dari perhatian khalayak umum dan pemerintah.

Atas dasar keprihatinan itu, mereka merasa terpanggil untuk melakukan aksi kemanusiaan dalam bentuk galang dana. Salah satu tujuannya demi memulihkan kembali aktifitas masyarakat di Ambon, Maluku dan sekitarnya.

“Saya pribadi melihat peristiwa di sana sangat mengiris hati, apalagi isu kemanusiaan ini tidak membuat pemerintah dan publik memberikan banyak perhatian,” kata Mursyid.

Kata Mursyid, bencana alam itu tentu akan berdampak pada kehidupan masyarakat di Ambon. Masyarakat pasti sangat memerlukan berbagai bantuan, misalnya pasokan makanan, air bersih pendidikan bagi anak – anak dan kebutuhan lain yang menunjang kehidupan mereka sehari – hari,” itu yang membuat kami terpanggil untuk bergerak,” ujarnya.

Hasil galang dana tersebut kemudian dikumpulkan untuk diserah terimakan kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) Banyumas kemudian dikirim langsung ke Ambon bersama bantuan lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum IPMASI Banyumas, Achmad Kirang, berharap apa yang dilakukan IPMASI dapat menjadi motivasi bagi khalayak umum dan mahasiswa lainnya dalam upaya meringankan beban masyarakat Ambon dan sekitarnya.

“Gerakkan hati kita, gerakkan jiwa kita, karena mereka butuh bantuan kita. Salam hangat dari kami Ikatan Pelajar Mahasiswa Sulawesi Banyumas untuk saudara – saudara di Ambon,” terangnya.

Berdasarkan data dan informasi BMKG Stasiun Ambon, Hingga jumat (11/10/19) malam Pukul 20.00 WIT, gempa susulan yang terjadi telah mencapai 1,387 kali. Sedangkan data pengungsi Kabupaten Seram Bagian Barat, jumlah pengungsi 42.066 orang, korban meninggal 10 orang, Korban luka berat 3 orang, korban luka ringan 29 orang.

Sementara untuk Kabupaten Maluku Tengah, jumlah pengungsi mencapai 50.250 orang, korban meninggal 15 orang, korban luka berat 72 orang, korban luka ringan 18 orang, kemudian Kota Ambon, jumlah pengungsi 2.940 orang, korban meninggal 13 orang, korban luka berat orang, korban luka ringan 27 orang. (jk)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *