Kesbangpol Majene Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Tingkatkan Persatuan Bangsa

- in Majene, Politics
33

MAJENE, TERASULBAR — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Majene menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan 2019 pada Selasa (3/12/19).

Acara yang digelar di ruang Wakil Bupati Majene ini dibuka secara resmi Bupati Majene Fahmi Massiara. Dalam sambutannya Fahmi mengatakan ajaran yang terkandung dalam konsepsi wawasan kebangsaan atau wawasan Nasional Indonesia akan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan setiap warga bangsa tentang posisi dan peran masing-masing di tengah-tengah masyarakat yang majemuk.

“Hal ini berarti suasana kondisi yang mendorong perkembangan setiap individu sehingga terwujud ketahanan pribadi dapat menciptakan satu ketahanan nasional dalam rangka itulah setiap elemen Bangsa hendaknya memiliki cita-cita dan tujuan serta pengertian yang sama tentang persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Fahmi.

Kata dia, dalam diri setiap warga negara haruslah ada hasrat dan tekad untuk hidup damai bersatu sebagai satu bangsa di dalam suatu negara. Terlepas dari perbedaan etnis ras agama dan golongan semangat kebangsaan itu ditujukan untuk persatuan dan kesatuan bangsa yang harus ditempatkan di atas segala bentuk perbedaan lokal.

Di tempat yang sama, Dandim 1401 Majene Letkol INF Ragung Ismail Akbar menyebut pengertian wawasan Kebangsaan adalah bagaimana cara pandang setiap individu terhadap diri dan lingkungan. Kata dia yang perlu dipedomani hanya empat Pancasila undang-undang 45 Bhineka Tunggal Ika dan negara kesatuan Republik Indonesia.

“Ketika kita sudah mempunyai wawasan kebangsaan kemudian dilandasi oleh keempat ini Pancasila undang-undang 45 Bhinneka Tunggal Ika NKRI itu tujuannya cuma satu mencapai tujuan nasional, adil dan makmur dan merdeka,” kata Ragung dalam sambutannya.

Menurutnya, tidak ada satupun sejarah membuktikan tidak ada satupun pahlawan nasional yang mampu memerdekakan bangsa Indonesia, melawan Belanda, Pangeran Diponegoro berjuang di Jawa Perang Jawa tahun 1825-1830, Sultan Hasanuddin di Makassar serta lainnya.

Bangsa Indonesia jadi kalau masih mempersoalkan perbedaan suku sudah tidak laku karena kita Bapak bangsa kita para pendahulu kita sudah mencontohkan bahwa dia tidak melihat warna kulit kita putih kuning dia tidak mau lihat perbedaan usia kelamin, tapi dia berjuang karena dia merasa dirinya sebagai bangsa Indonesia paling penting kalau kita bicara tentang wawasan kebangsaan.

Indonesia adalah negara yang sangat luas dan kaya, sehingga Indonesia mempunyai khazanah budaya dan keragaman adat istiadat dan bahasa serta keindahan alam yang kaya pula. Sebagai orang Indonesia yang lahir, besar, bersekolah, dan mencari nafkah di Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada alinea ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945.

Sementara itu, Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji menyebut perjuangan itu bersifat lokal belum ada persatuan dan kesatuan namun semangat tinggi untuk mengusir penjajah, organisasi yg terlahir dari Kesadaran Perjuangan Nasional Tahun 1908 Lahir Budi Utomo yang diperingati sekarang sebagai hari Kesadaran Nasional kemudian setelah itu barulah bermunculan organisasi lain seperti Syariat Islam, Muhammadiyah dll.

Makna wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat bangsa dan negara. Implementasi wawasan kebangsaan hakekatnya ialah cara pandang yg utuh di lingkup nusantara, bersikap dan bertindak secara menyeluruh.

Wawasan Kebangsaan perlu kita tanamkan ke dalam diri anak muda terutama anak2 kita di rumah harus selalu di dampingi setiap saat karena di zaman modern sekarang segala bentuk kegiatan maupun kejadian yg terjadi begitu gampang d akses melalui internet oleh karena itu peran kt sebagai org tua hrs sellau mengawasi aktifitas anak dan mengajarkan hal2 yg positif agar tidak terpengaruh dgn kemajuan tekhnologi.

Program Kerja Presiden dan Agenda besar bangsa yakni Ciptakan sitkamtibmas yang aman dan kondusif seperti menjaga toleransi, saling menghargai perbedaan, junjung persatuan bangsa, musyawarah mufakat, penuhi rasa keadilan dll.

Hadir dalam acara ini sekitar 50 Orang terdiri dari Kepala Linkungan se Kec Banggae dan Banggae Timur.(*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *