Komitmen ABM Berantas Korupsi Diuji

- in Hukum & Kriminal, Politik, Sulbar
Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar

MAMUJU,TERASSULBAR – Komitmen Ali Baal Masdar (ABM) sebagai Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) dalam meretas korupsi di Sulbar, kini mendapat ujian yang amat berat.

Pemberantasan korupsi memang harus mendapat dorongan dan dukungan dari berbagai pihak, karena kasus tersebut merupakan kasus yang sangat merugikan negara dan masyarakat.

Namun, untuk menjaga komitmen itu selaku pemimpin daerah seperti yang dikampayekan dalam masa perhelatan Pilgub Sulbar kemarin, sangatlah tidak mudah. Pasalnya, selain menjaga integritas dan komitmenya kedapa masyarakat dan sumpah janjinya selaku pejabat, tentu juga memikirkan komitmen politiknya kepada kolalisi partai pengusung juga.

Sulbar hari ini menjadi perhatian banyak kalangan, baik dari lokal maupun dari luar Sulbar tentang sikap ABM yang membukakan pintu bagi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, untuk memeriksa Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) 2016 kemarin. Sontak sikap ABM ini membuat terkejut jajaran birokrasinya dan mitra kerjanya, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar.

Kejati yang telah turun memeriksa beberapa instansi dan lembaga DPRD Sulbar, membuat banyak pihak kebakaran jengkot. Dan pihak Kejati Sulselbar pun telah merilis berbagai nama untuk memberikan peryataan sebagai saksi dalam sidang yang dilakukan pihak Kejati. Tak main-main seluruh Legislator Sulbar pun turut bakal diperiksa.

Sebagai Gubernur Sulbar, sikap ABM ini tentu harus mendapat dukungan dalam memberantas korupsi. Sebagaimana yang disampaikan alumnus Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Munawir Arifin, kepada terassulbar.co saat dihubungi, Senin (25/9/17).

“Ya tentu sikap ABM ini harus mendapat dukungan, sebagaimana komitmenya saat kampaye kemarin untuk memberantas korupsi di Sulbar,” tegas pemuda yang akrab disapa Awi ini.

Namun, saat ditanya tentang sikap politiknya ABM. Apakah tidak membahayakan koalisinya di Pilgub Sulbar kemarin ?.”Selaku Gubernur Sulbar, sikapnya itu sudah tepat. Nah, kalau kepentingan politiknya dikoalisi, ya tentu memberi dampak. Dan disinilah kita akan lihat komitmen ABM, serta kembali ke masyarakat dalam menilainya.” ungkapnya.

Merembaknya isu geram para partai-partai pengusung ABM dari sikap mantan Bupati Polman dua periode itu, membuat koalisi ABM-Enny tak lagi solid. Dan sikap ABM ini juga berdampak pada Pemilihan Bupati Polewali Mandar (Polman) 2018 mendatang, dimana incumbent Andi Ibrahim Masdar (AIM) yang merupakan saudara ABM peluangnya terancam.

Partai-partai besar pengusung ABM-Enny juga merupakan partai-partai yang juga mengusung AIM pada Pilkada Polman 2014 lalu, seperti Partai Gerindra, PKB, PDIP. Dan terdengar wacana, partai pengusung AIM di Pilkada Polman lalu bakal mengusung kandidat lain.

Menanggapi hal itu, Awi menjelaskan, sikap ABM yang komitmen memberantas korupsi tentu memiliki dampak baik dan buruk bagi oknum maupun koalisi.”Kalau dibilang berdampak, ya tentu akan berdampak, baik ke koalisi maupun ke Pilkada Polman. Tapi lagi-lagi biarlah masyarakat yang menilai proses ini,” tandasnya.

Saat ini, di Pilkada Polman yang bakal digelar 2018 mendatang, Incumbent AIM masih berada diatas angin, karena penantangnya tak seramai pilkada sebelumnya. Hanya ada Jenderal Salim S Mengga yang menjadi pesaing tunggalnya yang telah menyatakan siap maju sebagai calon Bupati Polman, dan sudah ada beberapa nama yang menyatakan siap mendampinginya seperti Adi Dirga Singkarru, kader Partai Demokrat dan Ajbar, Ketua DPC Partai PAN Polman.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC Partai PAN Kabupaten Polman, Ajbar membenarkan hal tersebut.”Insa allah,” tandaanya.

Partainya menyakini bakal menjadi pemenang jika dapat berkoalisi dengan Partai Demokrat selaku partai pengusung Jenderal Salim S Mengga. Namun, ia menampik jika sikap politik partainya sebagai partai pengusung ABM di Pilgub Sulbar, akan mengancam peluang AIM selaku incumbent.

“Bagi kami bukan target ancaman, tetapi target menang,” sambungnya.

Untuk meraih kemenangannya di Pilkada Polman, partainya telah intens membangun komunikasi politik dengan berbagai partai lain, meski ia tak menyebutkan partai-partai yabg telah ia jalin komunikasi.”Sangat intens dan sudah pada tahap teknis,” tutupnya. (her)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *