KPPU RI Ditantang Bongkar Kasus Harga TBS di Sulbar

- in Hukum & Kriminal, Sulbar
Ketua Pansus TBS Rayu bersama Ketua KPPU RI Sarkawi Rauf

MAMUJU,TERASSULBAR – Bertani Kelapa Sawit merupakan salah satu mata pencarian terbesar masyarakat Kabupaten Mamuju Utara (Matra). Bahkan pertanian Kelapa Sawit mendominasi hasil pertanian di wilayah perbatasan Sulawesi Barat (Sulbar) dengan Sulawesi Tengah (Sulteng), akan tetapi petani yang menggantungkan hidupnya dari penghasilan Kelapa Sawit tak membawa taraf hidup petani sawit sejahtera.

Pasalnya, harga yang dipatok pihak Perusahaan Sawit raksasa seperti PT. Astra dan PT.Unggul Widya Tegnologi Lestari (UWTL) cukup rendah dan tidak mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah sesuai Peraturan Gubernur (Pergub).

Sikap, dua perusahaan sawit itu yang tetap ngotot memberi harga sendiri dan parahnya lagi dalam setiap rapat penetapan harga TBS bersama Pemerintah Sulbar, dlaam Hal ini Dinas Pertanian Bidang Perkebunan, pihak perusahaan tak pernah melampirkan invoice atau di=okumen kelengkapan syarat penetapan harga TBS ini terus terulang dan tidak pernah ada sikap tegas dari pemerintah untuk menindak.

Bertahun-tahun itu dibiarkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar akhirnya membentuk Panitia Khusu (Pansus) TBS. Setelah menggelar rapat Pansus TBS yang beranggotakan 22 orang Anggota DPRD Sulbar di dalamnya bersepakat untuk melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) untuk berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pertanian dan sejumlah instansi dan lembaga terkait di Jakarta.

Saat dikonfirmasi, Senin malam (6/3/17) Ketua Pansus TBS, Rayu yang usai menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait di Jakarta mengatakan, pihaknya banyak menyerap keterangan dan penjelasan, baik dari Kementerian Pertanian, pakar Kelapa Sawit Prof. Dr. Pontes, Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI).

“Sepanjang sejarah ini barusan pansus ini dihadiri semua anggota yang berjumlah 22 orang, ditambah seluruh unsur pimpinan hadir mendampingi kami. Dan Minggu malam kita sudah bertemu Prof. Dr. Ponten ahli sawit Indonesia dan dia juga termasuk tim pembuat Permentan nomor 14 Tahun 2013, sekarng dia masuk tim revisi Permentan. Dia salah satu perumus dan sudah memberikan pembekalan selama 3 jam kepada teman-teman pansus, dan keyaknya sudah terbuka semua otaknya,” papar Rayu melalui via telfon.

Tak hanya mendapat penjelasan dari ahli Kelapa Sawit, Pansus TBS juga telah melakukan pertemuan bersama Kementrian Pertanian sebagai pengarahan dalam membongkar permasalahan petani sawit di Sulbar ini.

“Dikegiatan pagi tadi (Senin red), kita bertemu dengan kementrian pertanian yang diwakili oleh dDirjen Perkebunan, alhamdulillah sudah banyak masukan untuk pansus. Mudah-mudahan semua kedepan akan terbongkar habis,” ujar legislator Partai PDI Perjuangan itu.

Rayu yang merupakan legislator asal Matra itu memaksimalkan peranya selaku wakil rakyat untuk memperjuangkan aspirasi dalam membongkar permasalahan TBS.

Tak sampai disitu saja, setelah mendapat penjelasan dari ahli Sawit dan Kementerian Pertanian, Pansus TBS melanjutkan kunjungannya ke Kantor KPPU RI untuk melaporkan permasalahan harga TBS yang cukup rendah di Sulbar.

Ketua KPPU RI Sarkwi Rauf yang merupakan putra daerah Sulbar ini mendapat tantangan dari Ketua Pansus TBS untuk membongkar kasus harga TBS yang rendah dan permainan dalam penetapan harga TBS.

“Kami juga bertemu KPPU RI, yang disambut Ketua KPPU RI Sarkawi Rauf, Sekjennya dan sejumlah jajaran KPPU RI. Saya tantang Pak Sarkawi, yang sukses membongkar kasus korupsi dan monopoli usaha disejumlah daerah, tetapi tidak bisa membongkar abis kasus di daerahnya. Jadi kami tantang, dan Pak Sarkawi menerima tantangan kami (red). Karena bagaimana pun Sulbar adalah kampung halaman anda, dan Minggu depan akan turun KPPU yang akan menggandang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mabes Polri,” tegasnya.

Dan ia berharap, seluruh tim dapat bekerja Minggu depan dalam membuktikan keseriusanya dalam mengatasi masalah harga TBS dan monopoli usaha sawit serta seluruh kasus yang berkaitan dengan penetapan harga TBS di Sulbar.

“Jadi itu informasi yang terakhir, mudah-mudahan satu dua minggu kedepan tim sudah bekerja. Dan alhamdulillah satu tujuan kita dalam rapat pansus tidak ada membongkar kasus-kasus lain, tetapi kita membongkar kasus harga TBS yang rendah. Kalaupun nanti dalam persoalan itu ada yang terlibat, kami sikat tanpa pandang bulu, siapapun yang terlibat terhadap rendahnya harga TBS puluhan tahun ini maka kami akan sikat,” tandasnya. (hn/hr).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *