KPU Buru Penetapan DPTHP-2 di Momen Injury Time

MAMUJU,TERASSULBAR –┬áKomisi Pemilihan Umum (KPU) Mamuju wajib menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2), petang nanti.

Betapa tidak, KPU Sulbar mengagendakan penetapan DPRHP-2, malam nanti. Sementara masih ada data pemilih yang belum disinkronkan PPK dengan Sidalih. Mengemuka dalam pleno rekapitulasi dan penetapan DPTHP2 di d’Maleo Hotel and Convention, Senin 12 November malam, yang akhirnya berujung penundaan.

Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang mengungkapkan, meski ditunda, pihaknya akan menyinkronkan data pemilih sebelum KPU Sulbar menetapkan DPTHP-2.

“Besok pleno terbuka kembali digelar. Kami upayakan sebelum pleno di KPU Sulbar, kami sudah tetapkan DPTHP-2 ini. Paling lambat sore,” ujar Hamdan.

Menurut Hamdan, sinkronisasi data pemilih berlangsung alot. Pemicunya untuk menyinkronkan data pemilih dengan Sidalih menggunakan sistem shift. Khusus KPU Mamuju mendapat jatah mulai pukul 01.00 Wita hingga 08.00 Wita.

“Kendalanya memang pembagian shift ini. Makanya kami terima rekomendasi Bawaslu untuk menunda, sampai sinkronisasi selesai,” bebernya.

Koordinator Divisi Hukum, Faisal Jumalang menegaskan, rekomendasi penundaan penetapan DPTHP-2 bukan tanpa alasan. Hingga malam tadi, hanya 3 kecamatan yang telah melakukan finalisasi sinkronisasi data pemilih.

“Selebihnya belum. Kalau dipaksakan pun tentu tidak berkekuatan hukum tetap. Makanya lebih baik ditunda, sembari melakukan sinkronisasi,” tandas Faisal.

Terpisah, Ketua KPU Sulbar, Rustang mengungkapkan, DPTHP-2 sangat berkaitan dengan logistik, khusunya surat suara. Sehingga perlu maksimalisasi data pemilih sebelum ditetapkan. Jika tidak, maka ada kenungkinan wajib pilih tak bisa menggunakan hak pilihnya, lantaran kekurangan surat suara.

“Memang ada penambahan surat suara sebanyak 2 persen. Tapi kalau tidak bisa mengakomidir seluruh pemilih, itu akan jadi masalah,” pungkas Rustang. (sn)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *