Lakukan Survei Akreditasi, RSUD Sulbar Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan

- in Pendidikan & Kesehatan, Sulbar
114

TERASSULBAR,MAMUJU – Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan  masyarakat Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Regional Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan Survei Nasional Akreditasi Standar Versi Snars, Rabu (27/11/19).

Sekertari Daerah (Sekda) Pemprov Sulbar, Muhammad Idris mengatakan survei itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meraih akreditasi rumah sakit umum, karena RSUD Regional Sulbar merupakan fasilitas layanan kesehatan rujukan untuk provinsi ke-33 ini.

“RSUD Regional Sulbar terus berkomitmen dalam meningkatkan kapabilitas dan mutu pelayanannya kepada masyarakat yang dinilai sejalan dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit serta tertuang dalam pasal 29 b bahwa rumah sakit wajib memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi dan efektif serta mengutamakan pasien sesuai standar pelayanan rumah sakit,” kata Idris di lantai III RSUD Regional Sulbar.

“Sertifikasi akreditasi rumah sakit merupakan salah satu indikator mutu layanan terstandar dan berkualitas secara terus menerus. Rumah sakit berupaya memenuhi standar yang telah ditetapkan dan mempertahankan kepatuhan dalam memenuhi standar tersebut,” sambungnya.

Idris juga mengatakan pelaksanaan akreditasi tersebut memiliki banyak manfaat diantaranya peningkatan pelayanan, administrasi dan perencanaan, koordinasi asuhan pasien, koordinasi pelayanan, koordinasi antar staf, meminimalisasi resiko pelayanan, perencanaan dan penanggulangan alat yang tepat, penggunaan sumberdaya yang lebih efisien, penurunan keluhan pasien dan staf, peningkatan kesadaran pegawai akan tanggung jawabnya serta peningkatan kerjasama dari semua bagian organisasi.

“Pemprov Sulbar bersama dengan RSUD Regional Sulbar senantiasa berupaya untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan akreditasi demi peningkatan mutu pelayanan pada masyarakat dalam mencapai tujuan percepatan pembangunan kesehatan,” ujar Idris.

Idris juga berharap melalui para surveior yang nelakukan survei akreditasi dapat memberikan nasukan-masukan positif untuk pembangunan rumah sakit yang lebih dari sisi mutu pelayanan medis, non medis dan administrasi, sehingga RSUD Regional Sulbar dapat terus melakukan peningkatan kinerja secara berkesinambungan sehingga terwujud pelayanan yang terstandar dan berkualitas.

“Besar harapan saya, dibawa bimbingan Ketua Tim Surveior beserta tim, mampu mendorong rumah sakit kami menjadi rumah sakit kebanggaan Sulbar, sehingga masyarakat Sulbar tidak lagi banyak yang dirujuk ke Makassar,” harap Idris.

Sementara itu, Direktur RSUD Regional Sulbar,  Indahwati Nursyamsi mengatakan sertifikasi akreditasi Nars merupakan kewajiban bagi sebuah rumah sakit, yang mana akreditasi ini menjadi sebuah landasan pengakuan atau mutu dari pelayanan rumah sakit unggulan di daerah.

“Hari ini kami sedang dinilai untuk akreditasi dimana akreditasi ini adalah ukuran mutu dari setiap rumah sakit yang memang harus diperbaharui pertiga bulan dan akreditasi ini sangat berkaitan dengan kontrak kerjasama BPJS yang hanya memprioritaskan  rumah sakit yang telah terakreditasi,” kata Nursyamsi.

Indah juga menjelaskan jenis penilaian tim verifikasi Nars nasional tersebut dimulai dari metode manajemen pelayanan tata kelola pihak rumah sakit, kualitas skil SDM, fasilitas sarana dan prasarana serta dokumen dan berkas kelegalan menurut Indahwati.

“Tentu saja berkaitan dengan pelayanan-pelayanan apa saja yang kami berikan dimana kami sudah memiliki 24 dokter spesialis dari beberpa spesialisasi,” jelas Indah.

Lanjut Nursyamsi, ia bersama seluruh unsur RSUD Regional Sulbar berusaha sebaik mungkin dan menyiapkan segala hal yang dibutuhkan oleh tim survei yang akan dipaparkan melalui persentase capaian rumah sakit umum daerah sekaligus bentuk evaluasi tolak ukur kelayakan akreditasi.

“Dengan izin Allah, rumah sakit ini harus terakreditasi, jika rumah sakit tidak terakreditasi maka pihak BPJS akan memutuskan kontrak kerja sama yang akan membebankan masyarakat, dan perlu diketahui masyarakat kita kebanyakan masuk dalam kategori kelas tiga dan kebanyakan dari masyarakat miskin,” tutup Nursyamsi. (**)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *