Manajer Alfamidi Jamin Tidak Buat Tokoh Lokal Gulung Tikar

Foto bersama Manajer Alfamidi Mamasa dengan Wakil Bupati Mamasa.

Header 1 Header 2
Division 1 Division 2

MAMASA,TERASSULBAR – Menjamurnya minimarket disebuah daerah memang diwarnai dengan pro dan kontra. Selain mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, besar kecilnya kehadiran minimarket juga memperngaruhi tokoh dan pasar tradisonal di daerah tersebut.

Misalnya seperti, Alfamidi yang kehadiranya di Kabupaten Mamasa ditolak sebagian masyarakat, tetapi Alfamidi tetap melanjutkan dan launching Jumat kemarin 20 Januari 2017, yang terletalak di samping Kantor DPRD Kabupaten Mamasa.

Pasca dibukanya Alfamidi di Mamasa langsung diserbu pembeli yang datang dari masyarakat setempat. Namun, pengunjung Alfamidi ini didominasi dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Mamasa yang memborong sejumlah kebutuhan rumah tangga.

Pengunjung memadati Alfamidi di Mamsa yang baru dibuka.
Pengunjung memadati Alfamidi di Mamsa yang baru dibuka.

Antrian panjang pun terlihat dan memadati ruang Alfamidi. Kepada media Area Manajer Alfamidi Mamasa Puluh Supriatmojo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebuah program Member Relation Officer (MRO) yang digunakan untuk bekerja sama dengan tokoh lokal.

Puluh juga mengatakan, kehadiran Alfamidi tidak akan membuat tokoh di Mamasa gulung tikar.”Program MRO Alfamidi tersebut merupakan jaminan Alfamidi, agar toko lokal bisa bertahan. Karena sebenarnya kehadiran Alfamidi di Mamasa ini hanya sebagai alternatif masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Puluh.

Lanjut Puluh, kedepan pihaknya akan mengajukan kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk bisa menyetujui bentuk kerjasama perdagangan tersebut.

Harapan kehadiran Alfamidi bisa bekerjasama dengan dengan toko kecil disekitarnya, diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Mamasa, Bonggalangi. I mengatakan, kehadiran toko modern Alfamidi di Mamasa diharapkan akan membantu seluruh masyarakat termasuk toko kecil yang ada.

Karena itu Wabup Mamasa berharap, agar manajemen Alfamidi segera berkoordinasi dengan Disperindag Mamasa untuk kestabilan harga, dan supaya tidak terjadi tumpang tindi dengan toko-toko lokal. (rls)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *