Minta Jatah ‘Esek-Esek’ Malah Diciduk Polisi

MAMUJU,TERASSULBAR – Mengajak untuk indehoi dan memgancam bakal menyebarkan video mesum jika keinginanya tak dituruti malah berurusan dengan pihak Kepolisian.

Berawal pada Bulan Januari 2017 lalu, pria berinisial AI (23) merekam adegan asusila sepasang kekasih IW (23) dan FR (26) di Kamar Kosnya yang berada di Jalan Kurungan Bassi Mamuju.

AI kemudian mengirim video tersebut kepada rekannya AW (23). Dan kemudian pada tanggal 27 Januari 2017 AW mengirim video tersebut kepada rekannya lagi HR (26).

Setelah itu, HR menghubungi IW dan berniat mengajak ‘esek-esek’ serta mengancam menyebarkan video tersebut apabila IW menolak permintaannya.

Dari hasil keterangan, IW dan FR adalah calon pengantin yang sudah dijadwal tanggal pernikahannya. Karena merasa terancam oleh perbuatan HR, IW pun melaporkan ke Polres Mamuju.

Setelah mendapat informasi cukup, Rabu (8/3/17) Polisi menyiapkan jebakan. Tanpa sepengetahuan HR, IW yang dikawal Polisi Polres Mamuju pun menuju Kamar Hotel yang sudah ditentukan HR untuk melakukan indohoi. Namun, harapanya musnah seketika, bukannya IW yang ia lihat justru Polisi yang ditemui saat membuka Kamar Hotel.

“HR ini yang terakhir menerima video dari AW (23) yang juga mendapat video dari AI (23). AI lah yang merekam adegan asusila itu secara diang-diam,” terang Kapolres Mamuju, AKBP Muh. Rifai

Muh Rifai menerangkan, video berdurasi 9 menit 33 detik itu tersimpan di handphone Sony Experia milik AI yang kemudian dibagikan kepada kedua rekannya menggunakan aplikasi Share IT.

“Transfer video itu juga dengan aplikasi share IT, dan pada tanggal 2 maret 2017 HR menghubungi IW,” jelasnya.

Setelah meringkus HR, Polisi pun menciduk AI dan AW di kediamannya masing-masing.”AI dan AW diamankan di rumah masing-masig,” ujarnya.

Bukanya mendapatkan kenikmatan dari hasil rekaman videonya yang meminta untuk turut melakukan hubungan badan, kini ketiga orang ini harus berurusan dengan hukum akibat ulahnya.

“Awalnya AI hanya sekedar iseng merekan video dari sebuah lubang kecil, tetapi karena ada niat jahat dia harus berurusan dengan hukum,” kata Rifai.

Kini AI, HR dan AW terancam Pasal 45 ayat (1) pasal 27 ayat (1) nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 Tahun penjara dan UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi denganancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.(hn)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *