NH Bakal Umumkan Jokowi Capres Golkar di 2019

Nurdin Halid

JAKARTA, TERASSULBAR – Hari ini sampai besok, Partai Golkar akan menggelar Rapimnas. Di hari pertama, Rapimnas yang akan digelar di JCC, Senayan, Jakarta ini akan dihadiri 700 peserta dari pengurus Golkar pusat dan daerah.

Dilangsir dari laman rmol, dan pada hari terakhir, 6.000 kader akan memadati JCC karena saat itu akan ada acara maha dahsyat yakni, penyerahan dukun­gan Golkar kepada Jokowi sebagai capres 2019.

Seperti apa nanti keramaian Rapimnas? Kenapa Golkar ngo­tot mendukung Jokowi sebagai capres sedangkan waktu pilpres masih lama? Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid membeberkan secara detail kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Apa tema rapimnas ini?.
Rapimnas ini mengangkat tema memantapkan konsolidasi untuk memenangkan Pemilu 2019.

Memang hanya urusan Pemilu 2019 yang ada di pikiran Golkar?
Oh, tentu tidak. Sebetulnya, agenda utama dari rapimnas ini adalah bagaimana kita me­nyusun langkah-langkah un­tuk mewujudkan Indonesia sejahtera. Golkar punya visi Negara Kesejahteraan tahun 2045, karena itu di Rapimnas kali ini seluruh pengurus dan kader dari pusat sampai daerah bersama-sama, menyatukan tekad memantapkan konsoli­dasi untuk mewujudkan visi Golkar ini.

Selain memantapkan visi Negara Kesejahteraan, apa agenda Rapimnas lainnya?
Agenda kedua terkait konsoli­dasi organisasi. Ada juga agenda ketiga. Ini sangat penting juga dalam agenda Rapimnas kali ini yakni, penyerahan dukungan Golkar kepada Bapak Jokowi sebagai capres 2019.

Terkait konsolidasi organisasi, apa yang akan dibahas?
Kita sepakat, saat ini sebagai tahun kebangkitan Partai Golkar. Makanya, lewat Rapimnas ini kita ingin memastikan bahwa organisasi kita berjalan dengan system yang baik, solid dan berada dalam trek yang benar. Karena kalau organisasi sudah terkonsolidasi maka bisa dipas­tikan mesin partai akan bekerja dan bergerak dengan baik, seh­ingga kita bisa memenangkan pemilu legislative dan pemilu presiden 2019.

Soal dukungan ke Jokowi sebagai capres 2019 Anda sebut termasuk agenda utama juga, kenapa?
Rapimnas ini kan menindak­lanjuti keputusan Munas Golkar di Bali, yang salah satu keputu­sannya adalah mendukung Pak Jokowi sebagai capres 2019. Nah, nanti di hari kedua kita akan secara resmi menyerah­kan dukungan tersebut ke Pak Jokowi. Kita akan umumkan sikap resmi ini di hadapan Pak Jokowi, juga ke seluruh rakyat Indonesia karena acara ini akan ditayangkan secara live di salah satu televisi nasional.

Apakah Jokowi akan hadir?
Insya Allah beliau akan hadir. Pak Jusuf Kalla, Pak Luhut, dan yang lain juga, akan hadir.

Nggak “kepagian” langsung umumkan ke rakyat Golkar capreskan Jokowi?
Harus saya jelaskan bahwa pada dasarnya dukungan Golkar ke Pak Jokowi sebagai capres 2019 bukan hanya disuarakan pengurus di tingkat pusat, tapi itu merupakan aspirasi kader di bawah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Apakah pernah ada hitung-hitungan untung rugi terkait keputusan Golkar mencapres­kan Jokowi di 2019?
Tentu ada. Kami melihat justru ada banyak manfaat ketimbang mudharatnya di balik keputusan kami menetapkan Pak Jokowi sebagai capres 2019. Misalnya, kita akan mudah melakukan konsolidasi organisasi, kita akan mudah menyusun strategi kam­panye, sehingga nanti kita bisa memenangkan Pemilu legisla­tive dan pemilu presiden 2019.

Bagaimana Anda menjawab penilaian orang, “pantas saja Golkar dukung Jokowi karena memang Golkar tak punya tokoh yang bisa dijual”?
Harus diakui, kalau kita baca survey sebagai pisau analisis ak­ademis, maka saat ini tidak ada tokoh hebat dan unggul untuk dijadikan presiden lagi kecuali Pak Jokowi. Silakan Anda sebut, pasti nggak ada.

Apa ada alasan lain yang menurut Anda sangat spesial bagi Golkar sehingga dengan cepat capreskan Jokowi?
Selama hampir dua tahun menjadi Presiden, Pak Jokowi telah menunjukkan karya nyata yang kami nilai sesuai dengan visi Golkar.

Bisa Anda sebutkan?
Harus diakui, Pak Jokowi sukses membangun di bidang in­frastruktur, kesehatan, pendidi­kan, kemudian beliau berhasil menggairahkan pengusaha UKM karena berani menurunkan bun­ga KUR (Kredit Usaha Rakyat). Di bidang keamanan juga tak kalah sukses. Politik terkonsoli­dasi, hukum pun berjalan di rel yang benar untuk menegakkan keadilan masyarakat.

Sebelum mencapreskan Jokowi, Golkar terlebih dulu menyatakan mendukung pe­merintah. Apa karena ingin kursi menteri, apalagi saat ini Jokowi terlihat dengan jelas akan segera merombak kabinetnya.

Saya pastikan, dukungan Golkar ke pemerintah tidak ada pertimbangan kita pingin kursi menteri. Tidak ada itu. Sekali lagi tidak ada. Kami dukung pe­merintahan Jokowi tanpa syarat, tanpa bargaining ingin dapat jatah menteri. Soal kursi menteri, soal reshuffle, kami tidak ingin mencampuri sedikitpun. Itu uru­san Presiden Jokowi seorang, tak ada seorang pun bisa mencamp­urinya, termasuk Golkar.(*)

Facebook Comments