NTP Sulbar Alami Penurunan

- in Ekobis, Sulbar
65

TERASSULBAR,MAMUJU – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar merilis Nilai Tukar Petani (NTP) bulan November di dua Subsektor mengalami penurunan. Subsektor itu tanaman pangan dan hortikultura.

Kepala BPS Sulbar Win Rizal mengatakan, pada subsektor tanaman pangan bulan November 2019, indeks harga yang diterima petani sebesar 131,89 atau mengalami penurunan dari bulan sebelumnya sebesar 0,01 persen.

“Sedangkan indeks yang dibayar petani mengalami peningkatan sebesar 0,45 persen. Hal ini menyebabkan Nilai Tukar Petani subsektor tanaman pangan turun sebesar 0,46 persen,” kata Win Rizal dalam konferensi pers di Kantor BPS Sulbar. Senin (02/12/19).

Lebih lanjut dijelaskan, indeks harga yang diterima petani atau it, mengalami penurunan dikarenakan indeks harga pada subkelompok palawija turun sebesar 1,35 persen meskipun indeks harga pada subkelompok padi naik sebesar 0.54 persen.

“Komoditas yang menyebabkan turunnya it pada subsektor ini disebabkan oleh turunnya harga komoditas jagung, kacang hijau dan kacang kedelai,” paparnya.

Sementara Nilai Tukar Petani subsektor hortikultura November 2019 turun sebesar 0,43 persen dibanding bulan sebelumnya. Hal itu kata Win Rizal, dikarenakan indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,19 persen meskipun indeks harga yang dibayarkan petani naik sebesar 0,25 persen.

“Indeks yang diterima petani mengalami perubahan yang negatif dikarenakan adanya perubahan negatif pada indeks harga subkelompok sayur – sayuran sebesar 0,63 persen, indeks harga subkelompok buah – buahan sebesar 0,12 persen dan indeks tanaman obat – obatan sebesar 0,54 persen,” tuturnya.

Sedangkan untuk Nilai Tukar Nelayan di Sulbar turun sebesar 1,86 persen. Hal itu terjadi karena indeks harga yang diterima nelayan turun sebesar 1,69 persen dan indeks harga yang dibayar nelayan sebesar 0,17 persen.

“Turunnya ini dipengaruhi oleh turunnya harga beberapa komoditas terutama layur, sungkir, terbang dan tongkol,” ucapnya.

Untuk Nilai Tukar Pembudidaya Ikan mengalami perubahan negatif atau turun sebesar 0,94 persen. Ini terjadi karena indeks harga yang diterima nelayan turun sebesar 0,65 persen dan indeks harga yang dibayar nelayan naik sebesar 0,29 persen.

“Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga mujair dan bandeng,” simpulnya. (**)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *