OPD Diminta Fokuskan Kegiatan Pelayanan Balabalakang

Ismail Zainuddin didampingi Wakapolda Kompol Tajuddin dan Kasrem 142 Tatag Kolonel Infantri Priyono, saat rapat membahas tindak lanjut pasca kunjungan kerja Gubernur Sulawesi Barat ke Pulau Balabalakang di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur

MAMUJU,TERASSULBAR – Pasca kunjungan Penjabat Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu beberapa waktu lalu ke Pulau Balabalakang, Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin mengadakan rapat koordinasi Strategis pimpinan daerah dengan terkait tindak lanjut kunjungan tersebut.

“Pasca kunjungan kerja Gubernur ke Pulau Balabalakang tersebut bisa menciptakan solusi sekaligus menjadi jawaban permasalahan serta keresahan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan dasar , yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemkab Mamuju . Saya sudah mencatat, kuncinya adalah berfokus pada pelayanan dasar. Kiranya tiap-tiap OPD membuat fokus program ke Balabakang yang akan dianggarkan di tahun 2018,”kata Ismail Zainuddin saat memimpin rapat dengan OPD yang berlangsung di ruang pertemuan Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 8 Mei 2018.

Masih kata Ismail Zainuddin, Kepulauan Balabalakang terletak sekitar 49,5 km dari pusat kota Mamuju. Secara geografis , kepulauan tersebut merupakan salah satu wilayah administrasi yang terletak di Kabupaten Mamuju, berbatasan Provinsi Kalimantan Timur dengan batasan wilayah sebelah timur Kecamatan Simboro, sebelah selatan berbatasan dengan Selat Makassar, sebelah barat berbatasan Kabupaten Paser Provinsi Kaltim dan sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur.

Disampaikan, ada beberapa kendala yang dihadapi di kepulauan tersebut, antara lain, masih minumnya sarana pendidikan, belum adanya transportasi yang memudahkan masyarakat, belum maksimalnya pelayanan kesehatan, minimnya tenaga pendidik dan kesehatan, abrasi pantai yang dapat mengancam keselamatan penduduk, tower sinyal yang belum menjangkau serta sarana air bersih.

Wakapolda Sulbar, Kompol Tajuddinjuga menyampaikan, berdasarkan fakta dan dasar hukum yang telah ada, keberadaan Pulau Balabalakang masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Barat.

“Posisi Perda RTRW Kalimantan Timur sangat rendah bila dibandingkan Undang-Undang pembentukan batas wilayah Sulawesi, ditambah data-data historis dari peninggalan Belanda, jelas memperkuat bukti bahwa Pulau Balabakang adalah milik Sulbar. Fakta historis dengan bahasa-bahasa Belanda dipeta yang sudah cukup lama, kita sudah sangat kuat dari historis sejarah,ditambah penegasan pemerintah pusat,” beber Tajuddin

Terkait pelayanan kepolisian, Ia menyampaikan, keterbatasan fasilitas menjadi kendala sangat besar bagi seluruh stakeholder. Salah satunya, di bidang keamanan masyarakat dan wilayah perairan, belum lagi tidak tersedianya Polsek Pulau Balabalakang, sehingga solusi yang ditempuh dengan mengutus empat orang Babinkab yang membawahi beberapa pulau berdasarkan fungsi dan kepentingan masing-masing wilayah.

Selain Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin,juga mendampingi Asisten Administrasi dan umum Djamila, Wakapolda Sulbar , Kompol Tajuddin, Kasrem 142 Tatag Priyono, Kepala Posal AL Rudiyanto, Perwakilan Badan Intelejen Nasional sulbar serta para pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar. (Segmen Khusus Pemprov Sulbar)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *