Ormas dan Organda Minta Pejabat Balai Sulawesi III Palu Dicopot

MAMUJU,TERASSULBAR – Kinerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang disoal karena dianggap dalam mengerjakan proyek yang dimenangkan tak pernah membawa hasil yang diharapkan.

Sehingga sejumlah aksi dan protes yang dilayangkan berbagai kalangan termasuk Anggota DPD RI asal Sulbar Muhammad Asri Anas, dan sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Daerah (Organda) di Sulaweai Barat (Sulbar) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) akan menduduki Kantor Balai di Palu, untuk menuntut agar pejabat Balai yang terindikasi melakukan konspirasi dan tindak pidana korupsi segera dicopot dari jabatannya.

Aksi damai mendudukan Kantor Balai itu adalah bentuk keseriusan mereka mengawal pembangunan di daerah.

Kepada media Ketua DPD Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Sulbar Rustan Asmaradanta bersama Ketua DPD POSPERA Sulsel Dedi Abrar, Ketua Jaringan Mahasiswa Nasional Indonesia (JMNI) Cabang Sulbar, Murdin dan beberapa organda dari Sulbar di Makassar menyampaikan pihaknya pekan depan akan menggelar aksi menduduki Kantor Balai di Palu.

“Kami akan segera melakukan aksi damai menduduki Kantor Balai, sebagai bentuk keseriusan kami mengawal pembangunan di daerah. Kami menuntut agar pejabat yang selama ini terindikasi melakukan kongkalikong dan praktek tindak pidana korupsi agar segera dicopot dari jabatanny,” harap Rustan, Selasa malam (7/3/17).

Dari sejumlah oknum pejabat Balai, kata Rustan, sudah keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan lagi. Dalam aksinya nanti Ia bersama organda lainnya tidak akan tinggalkan Kantor Balai jika tuntutannya tidak dipenuhi.

“Ulah mereka ini sudah keterlaluan, mereka yg terlibat harus dicopot dari jabatannya. Kami tidak akan tinggalkan Kantor Balai kalau pejabat yang terlibat masalah selama ini tidak dicopot,” tegasnya.

Ia bersama beberapa organda lainnya mengaku memiliki data yang cukup terkait indikasi tindak pidana korupsi yang selama ini terjadi ditubuh Balai Sungai Sulawesi III.

“Bukti kejahatan mereka ini cukup, kami sudah melakukan investigasi titik-titik proyek yang bermasalah, seperti di Mamasa dan ditempat lain kami berdiskusi dengan masyarakat setempat bahkan kami menemui langsung kontraktor/pelaksananya mereka juga justru menyampaikan keluhan dan mereka siap bersaksi jika diperlukan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua DPD POSPERA Sulsel, Dedi Abrar mengaku akan ikut dalam aksi itu.”Saya akan ikut aksi itu dan saya akan mengajak teman-teman yang lain termasuk di Sulteng, Palu. POSPERA sebagai ormas binaan Adian Napitupulu dengan motto “Mata Hati dan Telinga Jokowi” tugas utama kami di daerah ialah memastikan semua program Nawa Cita Jokowi berjalan dengan baik. Jadi kami akan ikut,” tegas Dedi Abrar.

Menyambung itu, Ketua Jaringan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Sulbar Murdin juga menyatakan hal yang sama mengenai kesiapan aksi menduduki Kantor Balai.

Murdin menambahkan agar Pejabat Balai jangan main-main, apalagi mengkorup uang negara karena masyarakat tidak akan bisa menikmati pembangunan sebagaimana mestinya.

“Para pejabat ini jangan main-main mengelola uang negara karena masyarakat tidak akan bisa menikmati fasilitas jika uang negara utk membangun itu dikorup,” tutupnya. (rls)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *