Pantauan Kemendag di Pasar Tradisional Mamuju, Harga Stabil Namun Ada Kenaikan

- in Ekobis, Mamuju
152
Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Sutriono Edi saat memantau bahan pokok di Pasar Tradisional Mamuju

MAMUJU,TERASSULBAR – Hari kedua di Kabupaten Mamuju, Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Sutriono Edi memantau ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok jelang ramadan dan lebaran di dua pasar tradisional.

Adapun pasar yang menjadi titik lokasi pemantauan staf ahli Kemendag itu adalah Pasar Regional (pasar baru) dan Pasar Sentral (pasar lama) Mamuju. Di lokasi tersebut Sutriono memantau beberapa komoditi bahan pokok, diantaranya beras, gula, daging dan bawang.

Menurut Sutriono, harga beras, daging dan gula yang beredar di kedua pasar tradisional tersebut stabil, sebab masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dari yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Tadi juga ada beras yang juga di suplai oleh Bulog, beras mediun itu HETnya Rp. 9.450 tapi dijual malah dibawah HET Rp. 9.000. Jadi, saya rasa aman juga karena stoknya banyak, gula juga tadi harganya Rp. 12.000  masih di bawah HET,” ujar Sutriono, Kamis (25/04/19).

Namun, kata Sutriono, terdapat beberapa komoditi bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, oleh karenanya, ia merasa perlu dilakukan rapat koordinasi (rakor) untuk menekan kenaikan tersebut.

“Mungkin ada beberapa memang yang harus kita lihat lagi, terutama bawang merah dan putih, yang cenderung ada kenaikan. Nanti kita akan ada rakor hari ini dengan teman-teman dari pertanian ataupun dari instansi terkait, akan kita bahas (kenaikan harga),” kata Sutriono.

“Kalau ada komoditi yang kira-kira akan meningkat harus di suplai, nanti kita cari suplainya dari mana, mungkin sudah ada panen dibeberapa tempat,” sambungnya.

Sutriono menilai, Rakor ini sangat penting untuk dilaksanakan, apa lagi mengingat bulan suci ramadan (puasa) sudah dekat, agar masyarakat yang menjalankan bisa fokus beribadah tanpa adanya beban pikiran mengenai kenaikan harga bahan pokok.

“Ini untuk bulan puasa dan lebaran, kan masih ada waktu satu bulan lebih. Makanya, kita melakukan rakor, kalau kira-kira ada yang memerlukan suplai atau untuk operasi pasar kita lakukan, sehingga masyarakat ada persiapan,” jelas Sutriono.

Dalam rakor tersebut, juga akan dibahas sejumlah rencana dan menampung masukan beberapa instansi, termasuk Bank Indonesia (BI), Bolug dan satuan tugas (satgas) pangan, terkait kesiapan dalam mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok selama bulan ramadan dan lebaran nantinya.

“Kita mengadakan rakor pagi ini, untuk mensinergikan masukan dan rencana untuk melakukan pasar murah atau operasi pasar. Sehingga kita, sebelum puasa ini sudah siap untuk mengantisipasi,” tutur Sutriono.

Secara keseluruh, Sutriono melihat ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok jelang ramadan dan lebaran di Sulbar khususnya Mamuju bisa dipastikan aman.

“Tapi, secara umum kondisi dengan melihat stok bahan pokok dan kondisi harga saya rasa amanlah,” pungkas Sutriono. (ru)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *