Partisipatif Pemuda Jadi Fokus FGD Bawaslu Balak-balakang

MAMUJU,TERASSULBAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mamuju menggelar Forum Group Discussion (FGD) Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel Anugrah Jl. Monginsidi Mamuju, Selasa (04/12/18).

Adapun FGD ini dilaksanakan oleh Bawaslu Kecamatan Balak-balakang dan peserta berasal dari unsur warga, pemuda dan mahasiswa yang berasal dari Kecanatan Balak-balakang.

Pimpinan Bawaslu Balak-balakang, Saleh mengatakan, kegiatan ini semata-mata untuk menyukseskan Pemilu 2019 nanti.

“Bentuk kegiatan untuk mengajak dan menyampaikan kepada masyarakat mengenai peran penting kita untuk menyukseskan pemilu,” katanya.

Kegiatan FGD ini menurut Saleh sangat diperlukan, mengingat berbagai macam permasalahan yang dihadapi Bawaslu Kecamatan Balak-balakang untuk menyukseskan Pemilu.

“Kondisi geografis kita yang berupa pulau-pulau, maka sarana transfortasi juga cukup sulit bagi kita untuk menjangkau semua daerah, oleh karenanya perlu kita cari solusinya dalam acara sosialisasi FGD ini,” ujarnya.

Sementara Anggota Bawaslu Kabupaten Mamuju Koordinator Divisi Pencegahan dan Hububgan Antar Lembaga, Siti Mustikawati menuturkan, saat ini banyak mastarakat maupun pemuda yang tidak peduli akan Pemilu.

“Kita sebagai masyarakat, terutama pemuda yang merupakan penerus bangsa harus membuka mata terhadap persoalan partisipatif untuk menyukseskan Pemilu, karena saat ini banyak pemuda yang apatis dengan Pemilu, mereka tidak mau ambil pusing dengan Kepemiluan,” tuturnya.

Karena menurut Mustika, partisipatis dari masyarakat maupun pemuda sangat dibutuhkan untuk mentukseskan Pemilu, terutama dalam bentuk pengawasan pelanggaran dalam proses Pemilu.

“Kita di Bawaslu ini memiliki keterbatasan dalam hal personil, mengingat luas wilayah kerja kita, sehingga peran aktif masyarakat untuk melaporkan pepanggaran Pemilu sangat kami perlukan untuk menindak setiap pelanggaran,” ujar Mustika.

Mustika juga mengatakan, partisipasi masyarakat dalam hal pengawasan sangat penting untuk menyukseskan Pemilu dan menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas.

“Apabila masyarakat aktif dalam pengawasan, maka dapat menghasilkan wakil rakyat berkualitas,” pungkasnya. (ru)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *