Pawai Pembangunan Hari Jadi Mamuju Diwarnai Mobil Hias

- in Budaya, Mamuju

MAMUJU,TERASSULBAR РPemerintah Kabupaten Mamuju menggelar lomba pawai karnaval pembangunan dalam rangka menyambut hari jadi Mamuju ke-479, Sabtu (13/07/19).

Pawai diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 11 kecamatan serta sejumlah organisasi kerukunan dan istansi swasta.

Peserta pawai star di Jl Yos Sudarso, area anjungan pantai Manakarra, Kelurahan Binanga, dilepas oleh Bupati H Habsi Wahid dan Ketua DPRD Mamuju, Hj Suraidah Suhardi. Usai dilepas, peserta pawai menuju Jl Andi Dai, belok ke Jl Mangga dan lurus ke Jl Ahmad Kirang.

Kemudian lanjut ke Jl Kurungan Bassi, Jl Soekarno Hatta depan kantor Bupati Mamuju, belok ke Jl Andi Makkasau, kemudian keluar ke Jl Urip Sumoharjo, lurus ke Jl Ks Tubun dan kembali finish di Jl Yos Sudarso.

Kepala Dinas Periwisata Kabupaten Mamuju, Usdi, selaku Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan memperingati hari jadi Mamuju.

Masing-masing peserta pawai menggunakan mobil hias, merka menghiasi kendaraannya berdasarkan gambaran dan fungsi masing-masing OPD. Seperi Dinas PUPR menghiasi mobilnya dengan miniatur jalan berjalur dua, Dinas Keluatau Perikanan (DKP) dengan replika besar.

Adapun organisasi kerukunan yang ikut juga meriasi kendaraannya dengan ciri khas masing-masing daerah, seperti Soppeng, Toraja, dan Bali. Keikut serta mereka sebagai bentuk dukungan terhadap Pemkab Mamuju dalam melakukan pembangunan.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana hiburan bagi rakyat, sekaligus sebagai media publikasi dan komunikasi untuk mempertanggujawabkan setiap kegiatan yang dibidangi masing-masing OPD,” kata Usdi.

Selain itu, kata Usdi, kegiatan ini juga bagian dari memperkuat identitas budaya Mamuju, sebagai upaya melestarikan budaya yang dimiliki daerah berjuluk Bumi Manakarra.

“Kita berharap dari kegiatan ini, terbangun komitmen bersama antara masyarakat dan pemerintah, bahwa daerah ini bisa maju jika pemerintah dan masyarakat bisa membangun kemitraan yang baik, sehingga kegiatan-pemerintah mendapat dukungan dari rakyat,” ujar Usdi.

Dikatakan, kegiatan ini juga sebagai sarana promosi wisata, sebab untuk memajukan daerah, harus memilik saya tarik.

“Salah satu daya tarik yang harus dikembangkan adalah daya tarik wisata,”ucapnya.

Menurutnya, untuk membangun daya tarik wisata, ada tiga harus yang harus dilakukan, diantaranya membuka akses, membangunan amenitas dan membangun atraksi budaya dan seni, sehingga daerah ini menjadi salah satu tujuan wisata.

“Karena semakin banyak orang yang berkunjung ke daerah ini, akan memiliki efek terhadap perkembangan ekonomi daerah, karena kalau orang masuk di Mamuju pasti membawa uang dan pasti akan berbelanja,” tuturnya.

Senada, Bupati Mauju Habsi Wahid yang ditemui usai melepas peserta pawai mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menghibur masyarakat Mamuju.

“Kuta menampilkan hasil karya, produksi dan hasil karya masyarakat melalui kegiatan ini,” ujar Habsi.

Habsi menuturkan, kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi bagi masyarakat dan corong informasi ke masyarakat tentang kegiatan pembangunan yang selama ini dilakukan pemerintah.

“Harapan kita, kegiatan ini bisa ditingkatkan pada pelaksanaan di tahun-tahun mendatang,” tutup Habsi. (nh)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *