Penanganan Kasus Dugaan Korupsi APK Pilgub Disinyalir Ada Main Mata

- in Hukum & Kriminal, Politik

MAMUJU,TERASSULBAR – Tak lagi terdengar progres Polisi Daerah (Polda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dalam menindaklanjuti kasus dugaan korupsi Alat Peraga Kampaye (APK) Pemilihan Gubernur yang ditangani Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar, disinyalir Polda dan KPU bermain mata.

Pasca diTetapkannya 4 calon tersangka yang melibatkan pihak KPU dan rekanan pada 29 Januari lalu, hingga kini tak kunjung terdengar kelanjutan dari kasus tersebut yang sudah ditetapkan sebagai calon tersangka yang merugikan anggaran negara sebesar Rp 9 miliar.

Saat dikonfirmasi terkait kasus teraebut yang seakan mati suri, Kabid Humas Polda Sulbar, Mashura M, mengatakan pihaknya tetap menindaklanjuti kasus tersebut.

“Saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan saksi,” kata Mashura melalui pesan singkatnya kepada wartawan terassulbar.co, Minggu (5/3/17).

Menyikapi Polda Sulbar yang tak progres dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi APK Pilgub Sulbar, Advokan Hukum Hasanuddin Rahim SH, menilai ada dua aspek prespektif dirinya dalam melihat penangan kasus tersebut.

“Pertama, tentunya kita tidak menginginkan kecongkakan kekuasaan the arrogance power semakin besar sikap kecenderungan pada orientasi kekuasaan, maka semakin merajalela pelanggaran terhadap batas kekuasaan dan tidak peduli pada nilai human dighty. Kami menyebutnya kekuasaan karena dugaan kuat keterlibatan oknum penyelenggara yang sudah menyalahgunakan jabatannya untuk tujuan tertentu,” jelas Advokat Hukum yang kerap disapa Aan ini.

Kedua kata Aan, proses penanganan demi penegakan hukum harus serius dan cepat “speedy trial” (persidangan yang cepat). Agar hal itu bisa dilaksanakan, maka kepolisian harus melakukan penahanan kepada beberapa tersangka agar mereka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta mengulangi perbuatan ang sama.

“Kita tidak menginginkan jika nilai dan rasa keadilan hanya terbatas untuk suatu kelompok dalam suatu batas ruang waktu tertentu “for a particular people and particular time and place (untuk orang-orang tertentu dan waktu tertentu dan tempat) ,” pungkasnya. (hn)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *