Penyegelan Fasilitas RSUD Pasangkayu, Wabup Sebut Bentuk Ketidak Seriusan

PASANGKAYU,TERASSULBAR – Penyegelan beberapa fasilitas RSUD Pasangkayu yang dianggarkan Tahun 2017 melalui anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) RSUD Pasangkayu, bakal berbuntut panjang.

Pasalnya, pengadaan barang berupa fasilitas RSUD Pasangkayu bakal dibayarkan pada anggaran perubahan mendatang. Akibatnya pemilik merasa dirugikan dan menyegel beberapa fasilitas yang diorder pihak RSUD Pasangkayu.

Kepada terassulbar.co, Direktur RSUD Pasangkayu Munawir Usman melalui pesan whatsappnya mengatakan, RSUD Pasangkayu adalah RSUD yang belum BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).

“Sehingga mekanisme keuangan harus mengikuti tata kelola keuangan daerah, berdasarkan permenkes 28 tahun 2014 tentang pemanfaatan dana BPJS,” ungkapnya, Selasa (12/6/18).

Menanggapi tentang penyegelan beberapa fasilitas RSUD Pasangkayu, Munawir Usman menuturkan, anggaranya telah tersedia namun proses pembayarannya dapat dilakukan di anggaran perubahan 2018 mendatang

“Terkait pengadaan barang-barang yang disegel tersebut, adalah pengadaan tahun 2017 yang bersumber dari dana BPJS RSUD Pasangkayu. Anggarannya tersedia dan sudah di setor ke kas daerah, namun karena ada mekanisme keuangan daerah yang harus diikuti maka pembayarannya tertunda di anggaran perubahan tahun 2018,” ujarnya.

Saat ditanya mekanisme keuangan daerag yang mengharuskan pembayaran pengadaan barang RSUD Pasangkayu, yang baru dapat diselesaikan di anggaran perubahan, Direktur RSUD Pasangkayu Munawir Usman tak kembali memberi jawabanya.

Pengadaan sejak 2017 dan anggaranya telah tersedia, namun jarak penyelesaian administrasi pengadaan yang terlalu amat jauh hingga ke anggaran perubahan 2018, dinilai Wakil Bupati Pasangkayu Muhammad Saal pihak RSUD Pasangkayu tak begitu serius mengurusi.

“Saya mendapat informasi ketidak seriusan menangani itu, masa orang mau dihutang bertahun-tahun. Bagaimanapun sistem keuangan daerah, tidak harus merugikan orang,” sesalnya.

Atas penyegelan tersebut, Wakil Bupati Pasangkayu meminta kepada Sekertaris Daerah (Sekda) Pasangkayu untuk segera mengatasi masalah yang cukup memalukan.

“Saya sudah dihungi Pak Sekda, dia di Makassar sekarang, nanti setelah tiba di Pasangkayu dia akan memanggilkan pihak terkait untuk bicarakan hal tersebut. Khususnya Direktur RSUD dan pengelola keuangan,” tutupnya. (her)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *