Peringatan HUT Majene ke-471 Tak Dihadiri Gubernur

Sidang Paripurna Istimewah dalam peringatan HUT Kabupaten Majene ke 471

MAJENE,TERASSULBAR – Pemerintah Kabupaten Majene bersama Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Majene, kembali memperingati Hari Jadi Kabupaten Majene ke-471 tahun. Peringatan hari jadi Majene diperingati dalam sidang Paripurna Istimewa DPRD, yang dipimpin Ketua DPRD Majene Darmansyah, di pendopo rumah jabatan Bupati Majene, Senin (15/8/16)

Hadir pada sidang tersebut, mantan Rektor Unhas Prof.Basri Hasanuddin, Wakil Bupati Mamuju Irwan Pababari, Wakil Bupati Matra Muhammad Saal, Wakil Bupati Polman Muhammat Natsir Rahmat, mantan Bupati Majene Kalma Katta, sejumlah Anggota DPRD Majene, Muspida, pimpinan SKPD, para tokoh Masyarakat, tokoh adat, serta tokoh Agama, sementara Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh tidak hadir.

Dalam sambutannya, ketua DPRD Majene Darmansyah menyampaikan, momentum HUT Majene ke 471 ini hendaknya menjadi kesempatan untuk terus memupuk kebersamaan dan persatuan oleh semua pihak dalam rangka membangun Majene lebih baik kedepan.

“Hari ini kita peringati kembali hari bersejarah. Semoga kita semua dapat menjadikan momentum hari jadi ini sebagi perekat untuk menyatukan tekad, dan saling mendukung dalam rangka membangun Majene,” harapnya.

Darmansyah juga memaparkan, hari jadi Majene ke 471 ini telah ditetapkan berdasarkan hasil penulusuran sejarah yang merupakan tolak awal lahirnya Majene sebagai sebuah tempat dan pusat kebudayaan di tanah Mandar Sulbar.

“Pada tahun 1545 kerajaan-kerajaan di Mandar Majene telah mencapai puncak kejayaan dan ini dibuktikan dengan beberapa fakta sejarah,”sebut Darmansyah.
Sementara itu, Bupati Majene Fahmi Massiara dalam sambutannya menjelaskan, pada peringatan Hari Jadi Majene ke-471 tahun ini merupakan era dimulainya pemerintahan baru priode tahun 2016-2021.

“Pada era pemerintahan baru ini kami berharap apa yang baik pada pemerintahan sebelumnya kita pertahankan. Selanjutnya yang dianggap kurang baik, marilah kita bersama-sama memperbaikinya dengan bergotong royong membangun menuju Majene yang Profesional, Produktif dan Majene Proaktif,” jelas Fahmi.

Acara puncak peringatan hari jadi Majene ke-471 diakhiri dengan acara “Massossor Manurung” atau membersihkan benda-benda pusaka. Sejumlah benda pusaka yang merupakan warisan para leluhur telah dibersihkan dengan ritual dan upacara adat tertentu. (ady)

Facebook Comments