Perkuat Ekonomi Melalui BUMDesa

Suasana pelatihan peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDesa di Desa Tadui dan Batupannu, Kecmatan Mmauju.

MAMUJU,TERASSULBAR – Salah satu target prioritas dari Kementerian Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) pada 2017 mendatang, adalah dengan mengupayakan penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

Menindaklanjuti hal tersebut, Rabu 14 Desember 2016, dua desa dari Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar), yakni Desa Tadui dan Desa Batu Pannu, menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan BUMDesa.

Kegiatan yang diadakan selama tiga hari tersebut dipusatkan di Desa Tadui, Kecamatan Mamuju dan dihadiri oleh pengurus BUMDesa, pemerintah desa, Pendamping Desa, serta tim pelatih dari Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( P3MD ) Kabupaten Mamuju dan tim dari P3MD Propinsi Sulbar.

Salah satu poin yang terkandung dalam UU No 6 tahun 2014, mengamanatkan setiap desa untuk memiliki Badan Usaha Milik Desa. Hal tersebut menjadi sebuah terobosan pemerintah yang diharapkan akan menghidupkan perekonomian desa.

Melalui BUMDesa, berbagai usaha ekonomi masyarakat dapat menjadi lebih diberdayakan. Berbagai potensi desa dapat dikelola secara bersama yang hasilnya akan dimanfaatkan untuk pembangunan desa dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Hal tersebut disampaikan oleh Victor S.E, Tenaga Ahli P3MD Propinsi Sulbar, dalam pemaparan materinya.

“Lewat unit-unit pengelolaan Bumdesa yang akan bapak ibu kelola nantinya, kita bisa mengembangkan potensi desa yang ada. Keuntungannya tentu diperuntukkan untuk membangun ekonomi dan kesejahteraan desa juga,” terangnya.

Penguatan ekonomi desa melalui BUMDesa merupakan upaya mewujudkan nawacita Pemerintahan RI Joko Widodo, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Visi besar yang yang kemudian di implementasikan dengan UU Desa no 6 Thn. 2014 ini, memberi kesempatan besar pada desa untuk berkembang dengan adanya aliran dana desa yang bersumber langsung dari APBN yang oleh banyak kepala desa, dianggap sangat membantu.

“Dengan adanya dana desa, sekarang kami sangat terbantu. Tidak perlu lagi pusing menyodorkan proposal bantuan ke pemda untuk melaksanakan program pembangunan di desa,” kata Syaiful Bahri, Kepala desa Tadui yang hadir dalam acara tersebut. (Mds)

Facebook Comments